Pemasangan Internet Desa di Simalungun Permudah Penyampaian Informasi

WOL Photo

SIMALUNGUN, Waspada.co.id – Masyarakat di beberapa desa Kabupaten Simalungun sangat berharap adanya bantuan dari pemerintah terkait sarana jaringan seluler, mengingat letak geografisnya berada diantara perbukitan menjadi salah satu faktor keterlambatan pembangunan.

“Pemerintah desa sudah berusaha untuk mengajukan permohonan bantuan sarana jaringan seluler sejak tahun 2017,” kata Pangulu Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Erlisah Sinaga, Selasa (2/6).

Diketahui, untuk pemasangan jaringan internet atau wifi di kantor desa Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, tidak semudah seperti pemasangan di wilayah perkotaan cukup dengan menggunakan sarana speedy.

Hal itu disebabkan tidak terjangkaunya sarana telekomunikasi pembangunan yang dilakukan PT Komunikasi Karya Utama dan PT Tekan harus menggunakan antena repiter setinggi minimal 17 meter, bahkan mencapai 30 meter dengan jangkauan 100 meter.

“Semoga dengan program pemasangan jaringan internet atau wifi ini bisa memudahkan masyarakat mengakses informasi,” terang Erlisah.

Advertisement

Apalagi, Erlisah menuturkan program internet desa merupakan kebutuhan vital dan sudah menjadi prioritas. “Dengan situasi saat ini, internet desa sangat membantu perangkat desa untuk membuat laporan terhadap masyarakat terdampak corona,” tuturnya.

Sementara itu, Pangulu Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Suyatno, mengaku program internet desa sangat dibutuhkan dan sudah dianggarkan. Namun belum seluruh kantor desa di kecamatan itu terpasang jaringan internet/ tower wifi.

“Memang sudah dianggarkan, dalam Dana Desa (DD) T.A 2020 tapi belum digunakan. Tidak ada masalah, dan kita (para pangulu, red) akan membahasnya kembali untuk melaksanakan pembangunannya,” beber koordinator pangulu di Kecamatan Gunung Malela ini.

Sebelumnya, Kepala Dinas PMPN (Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori) Kabupaten Simalungun, Drs Sarimuda AD Purba MSi, menilai jaringan internet sudah menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat. Salah satunya untuk mengangkat potensi desa dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

“Dengan memperbanyak internet hingga ke perdesaan ini juga memungkinkan pemerataan ekonomi bisa lebih cepat terwujud,” jelasnya.

Kemudian, Sarimuda menambahkan pemberdayaan ekonomi seperti pembentukan dan pengembangan Badan Usaha Milik Nagori (BUMNag), termasuk peningkatan kapasitas pengelolaannya, agar kedepan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Akses internet gratis harus diperbanyak hingga pelosok desa. Jadikan ruang publik yang ada di desa-desa sebagai hot-spot. Seperti di balai desa harus bisa dipasang wifi sehingga bisa menjadi pusat berkegiatan masyarakat dengan memanfaatkan internet,” ujarnya.

“Terutama saat wabah Covid-19 ini, sangat dibutuhkan pembangunan jaringan internet.Pemerintah memberlakukan kebijakan bekerja dan belajar dari rumah dengan memanfaatkan teknologi internet. Apalagi daerah itu memang jaringannya susah,” pungkasnya.(wol/lvz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN