Minta Maaf ke Muhammadiyah, Ade Armando: Tidak ke Din Syamsudin walau Dia Senior

foto: istimewa
agregasi

JAKARTA – Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando menyampaikan permohonan maaf ke PP Muhammadiyah terkait dengan postingan Facebook-nya soal diskusi online yang digagas Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadiyah (Mahutama).

Ade menjelaskan, permohonan maaf itu dilontarkan setelah dirinya mengetahui bahwa acara Webinar yang mengusung isu tersebut tidak mendapatkan izin dari Muhammadiyah.

“Saya meminta maaf kepada PP Muhammadiyah, karena ternyata penyelenggara acara webinar yang menggulirkan isu pemakzulan Presiden adalah sebuah organisasi yang menggunakan nama Muhammdiyah tapi sebenarnya tidak meminta izin terlebih dulu pada PP Muhammadiyah,” kata Ade dalam postingannya seperti dikutip Okezone, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Ade merasa senang lantaran PP Muhammadiyah juga menyatakan keberatan lantaran membawa nama organisasi tersebut dalam acara itu.

“Saya juga gembira karena PP Muhammadiyah jelas-jelas menyatakan keberatan bahwa nama Muhammadiyah dibawa-bawa dalam acara webinar tersebut,” lanjut Ade.

Advertisement

“Ketua PP Muhammadiyah bahkan menganggap webinar itu dapat merusak reputasi Muhammadiyah,” tambah Ade.

Meskipun begitu, Ade menekankan bahwa, dirinya tetap tidak akan meminta maaf kepada Din Syamsudin terkait pernyataannya soal acara yang diselenggarakan BPIP.

“Tapi saya tidak akan minta maaf kepada Din Syamsudin. Walau dia seorang senior, tapi ucapannya bahwa penyelenggaraan konser virtual dalam rangka penggalangan dana korban terdampak Corona yang diselenggarakan BPIP dan MPR menunjukan pemerintah bergembira di atas penderitaan rakyat adalah pernyataan yang ‘jahat’ dan ‘dungu’,” papar Ade.

Sebelumnya, postingan Ade sempat yang menyatakan Din Syamsudin ‘dungu’ mendapatkan somasi dari Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah, Andika Budi Riswanto.

“Postingan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik yang sangat menyakitkan bagi warga Muhammadiyah,” kata Andika dalam surat somasi yang diterima Okezone.

Dalam somasinya, Andika menyebut postingan Ade Armando telah menyerang kehormatan dan nama baik Muhammadiyah dan pribadi Din Syamsudin. Menurut Andika, hal itu melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE dengan ancaman pidana 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Oleh sebab itu, Kokam PWPM Jawa Tengah mengutuk keras pernyataan Ade Armando tersebut. Dia meminta Ade untuk meminta maaf ke Muhammadiyah dan Din Syamsudin melalui media massa maupun media sosial.