MenPAN-RB Bakal Rekrut Ratusan Ribu Guru, Rajudin: Saya Dukung

Foto: Rajudin Sagala (Ist)
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Koordinator Komisi II DPRD Medan Rajudin Sagala, menyambut baik wacana Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo, yang akan merekrut 1 juta lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) baik guru, tenaga kesehatan dan penyuluh. Meskipun tidak semua kebutuhan tersebut harus melalui jalur PNS.

Dengan munculnya wacana perekrutan guru, sebut Rajudin, terlihat ada itikad baik pemerintah untuk menyelesaikan persoalan guru, khususnya guru honor sekolah negeri yang selama ini menyita perhatian publik.

“Yang pertama kita mau nanti Pemerintah Kota Medan merekrut secara transparan dan terbuka. Yang kedua sesuai dengan data guru yang punya kualifikasi dan yang ketiga jangan hanya tahun ini saja perekrutannya, tapi 3 tahun berturut-turut. Karena Kota Medan sangat kekurangan guru,” katanya kepada Waspada Online, Kamis (25/6).

Wakil Ketua DPRD Medan ini menambahkan, alasannya dirinya menyarankan perekrutan guru diperbanyak adalah karena jumlah guru PNS di setiap sekolah itu sangat sedikit. Selama ini untuk mengisi posisi guru bidang studi maupun wali kelas, pihak sekolah memberdayakan tenaga honor.

“Saya desak Disdik Medan mengutamakan guru yang sudah lama mengabdi untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari sisi pengalaman mereka lebih dari pada merekrut yang baru,” tegasnya politisi PKS ini.

iklan

Untuk diketahui bersama, pemerintah dipastikan tidak akan lagi mengangkat tenaga administrasi jadi PNS guna memenuhi kebutuhan 1 juta lebih ASN. MenPAN-RB Tjahjo Kumolo merinci kebutuhan satu juta lebih ASN meliputi 700-an ribu guru, 270 ribuan tenaga kesehatan, dan 100 ribuan penyuluh.

Pihaknya juga membicarakan kebutuhan ini dengan Mendikbud, Kemenkeu dan Bappenas terkait anggaran. “Jabatan fungsional seperti guru, tenaga kesehatan (dokter, perawat, bidan), dan penyuluh akan dijadikan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Karena tidak bisa semuanya diangkat PNS,” tukas Tjahjo.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan