KPK Siap Dalami Pencucian Uang Nurhadi dan Menantunya

Foto: Antara
agregasi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap mendalami dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil korupsi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Nurhadi dan Rezky yang merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA berpeluang dijerat dengan pasal TPPU sepanjang ditemukan bukti permulaan yang cukup pada proses penyidikan.

“Itu sangat terbuka untuk dikembangkan ke TPPU. Kalau ternyata dugaan hasil tindak pidana korupsinya kemudian dilakukan proses penyamaran, penyembunyian, atau apapun caranya yang dilakukan untuk menyamarkan asal-usul hartanya yang berasal dari tindak pidana korupsi kemudian diproses supaya tidak kelihatan, maka itu bagian dari tindak pidana pencucian uang yang akan kami terus dalami berdasarkan hasil tangkapan terhadap DPO tersebut,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Selasa (3/6/2020), sore.

Ghufron memastikan pihaknya sangat membuka peluang untuk menjerat Nurhadi dan menantunya dengan pasal TPPU. Namun, KPK harus lebih dulu mengumpulkan bukti-bukti lewat pemeriksaan para tersangka dan saksi untuk nantinya dikembangkan.

“Artinya sangat terbuka, keterbukaannya itu melihat bagimana hasil-hasil pemeriskaan dan alat bukti yang kami kumpulkan,” ujarnya.

Advertisement

KPK sendiri sempat menyegel sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Nurhadi saat menggeledah sebuah villa di kawasan Ciawi, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Namun, KPK belum melakukan penyitaan terhadap sejumlah kendaraan mewah yang diduga milik Nurhadi tersebut.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA, KPK sudah menetapkan tiga tersangka; Nurhadi, Rezky dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto. Tapi, nama terakhir masih buron.