Kental Pengaruh Politik, PM Kanada Kecam China Usai Adili 2 Warga Dituduh Mata-mata

Foto: Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau. (Dave Chan / AFP)
Iklan

VANCOUVER, Waspada.co.id – Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, mengecam pemerintah China yang mendakwa dua warga Kanada dengan delik menjadi mata-mata, dan menganggap kasus itu sangat politis.

“Penahanan sewenang-wenang terhadap warga Kanada ini tidak bisa diterima dan sangat memprihatinkan, tidak hanya bagi warga Kanada, tapi juga bagi orang-orang di seluruh dunia yang melihat China telah menggunakan penahanan sewenang-wenang sebagai sarana tujuan politik,” kata Trudeau dalam jumpa pers.

Kecaman itu disampaikan Trudeau pada Senin (22/6) kemarin, setelah Kejaksaan Agung China pada Jumat pekan lalu mengatakan telah menuntut mantan diplomat, Michael Kovrig, dan pengusaha Michael Spavor, yang dicurigai sebagai mata-mata asing dan membocorkan rahasia negara.

Penangkapan Kovrig dan Spavor terjadi pada Desember 2018, sembilan hari setelah Direktur Keuangan Huawei, Meng Wanzhou, ditangkap di Kanada dengan surat perintah Amerika Serikat. Meng adalah putri tertua pendiri Huawei, Ren Zhengfei.

AS ingin mengadili Meng atas tuduhan penipuan terkait dugaan pelanggaran telekomunikasi AS, dan melanggar sanksi AS terhadap Iran. AS menuduh Meng melakukan kontak dagang dengan perusahaan Iran yang dijatuhi sanksi.

iklan

Dilansir AFP, Selasa (23/6), hubungan Kanada dan China mencapai titik terendah akibat penangkapan tersebut. Selain itu, China juga telah memblokir ekspor pertanian Kanada senilai miliaran dolar.

Pekan lalu, Trudeau mengatakan bahwa ia kecewa bahwa warga Kanada secara resmi didakwa atas tuduhan mata-mata.

Wakil Trudeau, Chrystia Freeland, mengatakan bahwa ia kecewa dan sangat marah atas sikap China. Mantan duta besar Kanada untuk China, Guy Saint-Jacques, mendesak pemerintah pusat mengambil sikap yang lebih agresif terkait polemik ini.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, menuntut agar China membebaskan kedua warga Kanada itu. Lewat sebuah pernyataan dia juga mengatakan AS ‘menolak penggunaan penahanan yang tidak beralasan ini untuk mendesak Kanada’.

Australia, Inggris, Prancis, Jerman, dan negara lainnya juga telah menekan China atas penahanan warga Kanada itu. Trudeau berterima kasih kepada sekutunya karena ikut bersuara menentang China atas tindakan yang dinilai sebagai ‘diplomasi sandera’.

“Sekutu kami ada di seluruh dunia, (mereka) sangat prihatin tentang nasib warga Kanada karena mereka tahu betul bahwa suatu hari nanti (akan) tiba giliran (penangkapan warga negara) mereka,” kata Trudeau.

Trudeau juga menyebut sangat memalukan bagi China karena terus menghukum warga Kanada atas keputusan sistem peradilan independen Kanada dalam kasus Meng.

Mantan pejabat senior Kanada telah mengusulkan pertukaran tahanan dan ikut campur dalam sidang ekstradisi untuk membebaskan Meng sebagai imbalan pemulangan dua warga Kanada itu.

Trudeau menanggapi gagasan itu dengan blak-blakan.

“Tidak. Kami tidak mempertimbangkan usul itu,” ucapnya.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam jumpa pers di Beijing mengatakan Kanada menerapkan standar ganda atas kasus yang melibatkan warganya dan Meng.

“Kami mendesak pemimpin Kanada untuk menaati aturan hukum dan kedaulatan China, serta menghentikan menyampaikan pernyataan yang tidak bertanggung jawab,” ujar Zhao.

“Kasus Meng Wanzhou berbeda dari dua kasus warga Kanada. Siapapun yang tidak bias bisa melihat dengan jelas kasus itu politis. AS bertujuan menekan Huawei dan sejumlah perusahaan teknologi China, dan Kanada memenuhi permintaan mereka. Kami meminta Kanada untuk memperbaiki kesalahan, serta membebaskan Meng Wanzhou dan memastikan dia selamat sampai kembali ke rumah,” ujar Zhao.
(cnn/data3)

Iklan