Insiden Pesawat Jatuh Tewaskan 98 Penumpang, Menhub “Pilot Tidak Konsentrasi Karana Sibuk Bahas Covid-19”

Kecelakaan pesawat Pakistan di Karachi. (AP/Fareed Khan)

KARACHI, Waspada.co.id – Penyebab kecelakaan pesawat Pakistan akhirnya terungkap, sang pilot ternyata membahas pandemi virus corona sehingga tidak fokus saat melakukan pendaratan. Pesawat Pakistan International Airlines (PIA)itu jatuh dan menimpa permukiman di Karachi pada 22 Mei lalu.

Pesawat mengalami kecelakaan hanya beberapa saat sebelum mendarat. Sebanyak 98 orang meninggal dan dua orang selamat.

Sang pilot, Sajjad Gull, dilaporkan sempat melakukan beberapa upaya pendaratan. Dalam percobaan kedua pesawat jatuh sebelum mencapai landasan bandara karena dua mesinnya mati.

“Pilot dan co-pilot tidak fokus, mereka sibuk membahas virus corona dan dampaknya terhadap keluarga,” kata Menteri Penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan dalam laporan pendahuluan yang dirilis Rabu (24/6).

Laporan menyebut terjadi kesalahan komunikasi antara pilot dan petugas kontrol lalu lintas udara.

Advertisement

Menurut Ghulam para pilot membahas Covid-19 ketika mereka mencoba mendarat, dan mematikan sistem autopilot. Sayangnya, kata dia, pilot terlalu percaya diri saat berusaha menurunkan pesawat.

Para penyelidik menemukan pesawat berada di ketinggian dua kali lipat dari yang dibutuhkan untuk mendarat. Kemudian menara kontrol menyarankan para pilot untuk berputar agar bisa turun secara bertahap.

Namun sang pilot tetap mencoba mendarat meskipun roda pendaratan belum diturunkan. Mesin rusak parah ketika pesawat berbalik untuk mencoba pendaratan kedua.

Tim investigasi kecelakaan yang terdiri dari perwakilan pemerintah Prancis dan industri penerbangan menganalisis data kokpit dan rekaman suara.

Menurut laporan itu, pesawat berada di darat selama 46 hari sebelum terbang.

Tetapi Khan memastikan Airbus A320 itu layak terbang. “Tidak ada kesalahan teknis,” kata Khan yang mengumumkan hasil temuan itu di parlemen seperti dikutip dari AFP.

Laporan lengkap diperkirakan akan dirilis pada akhir tahun ini karena masih menunggu hasil analisis dari puing pesawat.

Kecelakaan itu terjadi di akhir bulan Ramadan. Dilaporkan para penumpang adalah penduduk yang melakukan perjalanan pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri.

Mayat para penumpang dan awak pesawat yang tewas seluruhnya telah ditemukan di lokasi kecelakaan yang tidak jauh dari Bandara Internasional Jinnah. (cnn/data2)