Indonesia Urutan ke-97 Negara Teraman dari Covid-19, Kalah Jauh dari Singapura dan Malaysia di urutan 4 dan 30

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

Waspada.co.id – Indonesia tercatat di peringkat 97 dari 100 negara teraman di dunia dari Covid-19 (virus corona), sementara Swiss dan Jerman berada di peringkat pertama dan kedua. Peringkat ini disusun oleh Deep Knowledge Group, konsorsium perusahaan dan lembaga nirlaba yang dimiliki Deep Knowledge Venture, firma investasi dari Hong Kong.

Laporan yang sama menempatkan Singapura diperingkat keempat dan Malaysia di urutan ke-30. Negara Asia Tenggara lainnya yaitu Kamboja dan Laos masing-masing berada di urutan ke-98 dan 99.

Sementara Amerika Serikat yang hingga kini menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia menempati urutan ke-58 setelah Rumania.

Laporan ini dibuat berdasarkan 130 parameter kuantitatif dan kualitatif serta lebih dari 11.400 titik data dalam berbagai kategori seperti efektivitas karantina, pengawasan dan deteksi, kesiapan medis, serta efektivitas kebijakan yang dibuat pemerintah.

Data statistik Worldometers hingga saat ini mencatat kasus virus corona di seluruh dunia mencapai 7.323.516 yang menyebar di 215 negara. Angka kematian akibat Covid-19 telah mencapai 413.731 korban, sementara 3.603.893 pasien dinyatakan sembuh.

iklan

Di Asia Tenggara, Singapura menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi, disusul Indonesia di urutan kedua. Singapura hingga saat ini memiliki 38.514 kasus corona, 25 pasien meninggal, dan 25.877 pasien telah sembuh. Pemerintah Negeri Singa memberlakukan transparansi data dan aturan ketat untuk menekan penularan virus corona.

Selama beberapa bulan sejak pandemi, virus corona turut memengaruhi perubahan peringkat negara yang masuk dalam kategori teraman dari Covid-19.

Semula negara-negara yang cepat merespons krisis dan memiliki kesiapan penanganan virus menempati peringkat tertinggi. Namun kini negara-negara dengan ketahanan ekonomi kuat seperti salah satunya Jerman yang menempati peringkat atas.

“Swiss dan Jerman menempati peringkat pertama dan kedua dalam riset kasus spesial baru ini, karena ekonomi mereka kuat. Selain itu juga karena kehati-hatian mereka dalam melonggarkan lockdown dan memberlakukan penghentian aktivitas ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, tanpa mengorbankan kesehatan dan keselamatan warganya,” tulis penelitian tersebut.

Laporan tersebut mencatat wilayah dengan risiko tertinggi penularan virus corona saat ini berada di kawasan Afrika Sub-Sahara, Amerika Selatan, Asia Pasifik, dan beberapa negara Timur Tengah.

Mengutip Forbes, laporan ini hanya penilaian risiko yang dilakukan suatu organisasi. Sementara risiko di berbagai wilayah di satu negara juga bisa berbeda-beda. (cnn/data3)

Iklan