Ihwan Dukung Pilkada Serentak Diundur Tahun Depan, Kalau Angka Covid Masih Tinggi

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga, masih meragukan kalau Pilkada serentak akan berlangsung 9 Desember mendatang. Hal itu dikarenakan keadaan pandemi Covid-19 di tanah air belum menunjukkan adanya penurunan angka persebaran virus.

Katanya, keraguan itu diperkuat lagi dengan sejumlah wilayah khususnya kota besar seperti DKI Jakarta masih dalam tahap transisi kebijakan dari Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) ke new normal.

“Saya melihat yang diputuskan (Komisi II DPR RI) itu kan adalah perubahan Perpu Tahun 2020 tentang Pilkada dari September ke Desember ya! Itu belum paku mati. Jadi kita masih melihat ada pernyataan beberapa rekan-rekan di Komisi II DPR RI yang menginginkan Pilkada serentak itu diundur tahun depan, karena angka persebaran Covid-19 belum terlihat ada penurunan. Mungkin ya,” ungkapnya kepada Waspada Online, Selasa (2/6).

Ditambahkan, Jakarta adalah sentral dari segala kegiatan yang berlangsung di tanah air. Sebab, penyelenggara daerah akan berkoordinasi ke pusat untuk mencari tahu bagaimana seharusnya pelaksanaan pesta akbar ini digelar.

“KPUD ataupun Bawaslu kan harus berkoordinasi ke Jakarta. Sudah pasti mereka akan melalui protokol kesehatan. Seperti apapun protokol kesehatan yang dibuat, saya menduga akan terjadi penyebaran virus di tengah-tengah pelaksanaan. Apalagi isi dari new normal yang saya baca, ada batasan jumlah orang ketika hendak melaksanakan kegiatan,” terangnya.

Advertisement

Secara pribadi Ihwan sepakat jika pelaksanaan Pilkada serentak ini diundur, mengingat angka penyebaran virus corona ini tidak menurun.

“Untuk mengumpulkan orang saja tidak bisa lebih dari 20 orang. Jadi bagaimana mau orasi saat kampanye nanti? Saya sepakat kritikan yang disampaikan anggota Komisi II DPR RI Djarot Syaiful Hidayat yang menginginkan Pilkada serentak ini diundur, kalau melihat kondisi seperti ini ya,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah pusat telah menetapkan Pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Kesepakatan itu didapati pasca Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menggelar rapat bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Ketua KPU Arief Budiman.(wol/mrz/data3)

Editor: SASTROY BANGUN