Giliran Chelsea Dukung Gerakan ‘Black Lives Matter’

Foto: Twitter

LONDON, Waspada.co.id – Aksi solidaritas melawan rasisme kian marak terjadi di dunia, termasuk kalangan sepakbola. Setelah Liverpool dan klub-klub Bundesliga, kini giliran Chelsea mengikuti langkah mendukung gerakan ‘Black Lives Matter’.

Para pesepakbola di seluruh Eropa memanfaatkan platform online untuk bersuara di tengah gelombang protes di Amerika Serikat terkait kematian George Floyd. Kerusuhan memuncak di Amerika Serikat, setelah George Floyd tewas di tangan petugas kepolisian Minneapolis.

Para bintang di tim utama Liverpool seperti Jordan Henderson dan Virgil van Dijk sama-sama memposting gambar berlutut di tengah lapangan di media sosial dengan menyertakan caption ‘unity is strength’.

Kini, The Blues mengikuti aksi Liverpool di mana segenap pemain membuat tweet gambar memperlihatkan mereka berlutut dan membuat bentuk ‘H’ raksasa di tempat latihan mereka di Cobham. Kapten Cesar Azpilicueta pun menjelaskan simbol tersebut.

“Ini adalah sesuatu di mana kami ingin memaksimalkan posisi untuk mengekspresikan bahwa kami hidup di dunia di mana harus berusaha memperbaikinya demi masa depan, dunia yang lebih baik dengan banyaknya cinta, tanpa ada rasa benci,” ungkap Azpilicueta, Selasa (2/6).

Advertisement

“Setiap hari ada peluang untuk memimpin dengan contoh, berprilaku, mengedukasi anak-anak menuju dunia yang lebih baik karena kami tahu bahwa edukasi merupakan kunci untuk masa depan,” katanya lagi.

“Kami sangat bangga menjadi bagian dari Chelsea dan mengambil tindakan dengan ikut berpartisipasi di berbagai kampanye. Anda ingin coba membantu dengan cara yang kami bisa. Inilah bagian dari nilai-nilai kami dan kami menganggapnya dengan sangat serius,” aku bek Chelsea tersebut.

“Kami melihat banyak insiden diskriminasi di dunia dan harusnya itu tak boleh terjadi. Kami semua sama dan tak peduli asal-usulnya, warna kulit, agama, seksualitas karena kami semua manusia. Memiliki kesempatan yang sama dan saling menghargai satu sama lain adalah kunci, di samping edukasi, melihat semua orang sebagai manusia lainnya tanpa perbedaan,” sambungnya.

Di lain pihak, lembaga antirasisme sepakbola Kick It Out melalui Sanjay Bhandari meminta seluruh pemain Liga Premier berlutut mendukung kampanye ‘Black Lives Matter’. Ketua Kick It Out itu juga meminta Federasi Sepakbola Jerman (DFB) tidak memberikan sanksi kepada Jadon Sancho, Achraf Hakimi, Marcus Thuram, dan Weston McKennie terkait aksi protes mereka.

“Rasisme bukanlah sekadar pemain berkulit hitam atau penggemar berkulit cokelat. Ini tentang kita semua. Rasisme menggerogoti masyarakat dan kita semua terluka karenanya. Semua orang seharusnya dapat menunjukkan solidaritas dan keresahan yang mendalam,” kata Bhandari. (wol/aa/chelsea/goal/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL