FIFA Dukung Aksi Solidaritas, Sekarang Boleh Selebrasi Buka Jersey

foto: twitter

ZURICH, Waspada.co.id – FIFA mengambil langkah tegas dengan mendukung para pemain menggelar aksi solidaritas terkait kasus meninggalnya George Floyd di tangan polisi Minneapolis, Amerika Serikat, pekan lalu.

Beberapa hari terakhir ini, dunia digemparkan oleh kasus meninggalnya Floyd yang notabene pria kulit hitam di AS. Floyd tewas akibat sesak napas setelah lehernya ditindih dengan lutut oleh seorang polisi selama beberapa menit.

Di Bundesliga, Achraf Hakimi dan Jadon Sancho yang membela Borussia Dortmund sudah menunjukkan solidaritas untuk Floyd dengan membuka jersey dan memamerkan pesan dukungan ‘Justice for George Floyd’ di kausnya.

Namun, aksi Sancho itu berbuah hukuman kartu kuning dan Federasi Sepakbola Jerman (DFB) menyatakan akan menggelar penyelidikan lanjutan atas peristiwa tersebut. FIFA pun menanggapi kejadian itu dengan menyampaikan dukungan kepada aksi solidaritas pemain. Selain itu, FIFA bahkan mendorong pemain lain melakukan aksi serupa.

“FIFA sangat memahami besarnya sentimen dan keprihatinan yang ditunjukkan para pesepakbola terkait situasi tragis dalam kasus George Floyd,” ujar pernyataan resmi FIFA, Rabu (3/6).

Advertisement

“FIFA juga telah berkali-kali menyatakan dengan tegas menentang rasisme dan diskriminasi dalam bentuk apa pun, dan baru-baru ini memperkuat aturan untuk membantu menghilangkan perilaku semacam itu,” lanjut FIFA.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan menyebut aksi buka jersey yang dilakukan Sancho layak diberi dukungan dan pujian alih-alih hukuman. Hal ini berbeda drastis dengan sikap FIFA sebelumnya yang kerap menghukum pemain membuka jersey untuk menunjukkan pesan yang dinilai berbau politis.

“Untuk menghindari keraguan, dalam kompetisi yang digelar FIFA, demonstrasi seperti yang dilakukan para pemain di Bundesliga baru-baru ini seharusnya menerima tepuk tangan, bukan hukuman,” tegas Infantino.

Federasi Sepakbola Inggris (FA) juga telah menyatakan posisinya dalam kasus tersebut. Mereka menyatakan tidak akan memberikan hukuman kepada pemain yang menunjukkan aksi solidaritas terhadap George Floyd selama pertandingan. (wol/aa/mirror/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL