Dituntut Seumur Hidup, Zuraida Hanum Menangis Minta Ampun

WOL Photo
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Zuraida Hanum terdakwa dalam kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaluddin (suami sah terdakwa) menangis untuk minta majelis hakim untuk menjatuhi hukuman seringan-ringannya.

Dalam sidang yang berlangsung secara teleconference (online) dengan agenda pledoi (nota pembelaan) terdakwa Zuraida yang diketahui otak dari pembunuhan mengatakan menyesal atas perbuatannya.

“Walaupun saya disakiti, karena dia juga suami dan ayah dari anak-anak saya pak hakim, saya menyesal majelis,” tangisnya di hadapan majelis hakim yang di Ketuai Erintuah Damanik di Ruang Cakra II, Rabu (17/6).

Dalam nota pembelaan tersebut, dirinya juga meminta maaf kepada keluarga Jamaluddin atas perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya memohon ampun kepada anak dan keluarga mendiang, dan meminta ampun kepada yang mahakuasa,” baca Yuyun

iklan

Selain itu, Zuraida Hanum juga memohon ampunan dari hakim untuk mempertimbangkan statusnya sebagai seorang ibu.

“Saya memohon kepada yang mulia, agar menghukum saya dengan seringan-ringannya. Atas kesalahan yang saya lakukan, dan kesilapan yang saya lakukan. Saya hanya manusia yang lemah, kasihanilah saya, anak saya masih kecil, masih membutuhkan kasih sayang ibu, dan dia sangat merindukan saya,” tutupnya.

Usai mendengar pledoi dari terdakwa, majelis hakim menunda persidangan hingga bulan depan.

“Sidang kita tunda sampai Minggu depan dengan agenda saksi yang meringankan,” tutup majelis.

Diketahui sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum, Parada Situmorang, menuntut ke tiga terdakwa yakni Zuraida Hanum, Jefri Pratama, dan Reza Fahlevi dengan hukuman seumur.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN

Iklan