Cek Fakta, Pernyataan Trump Saat Demo Rusuh yang Tidak Sesuai Kenyataan

Foto: Presiden AS, Donald Trump. (AP)

WASHINGTON DC, Waspada.co.id – Beragam peristiwa terjadi di Amerika Serikat ketika protes demo atas kematian George Floyd berlangsung selama berhari-hari. George Floyd, tewas setelah ditangkap dan ditindih lehernya oleh seorang polisi Minneapolis, Derek Chauvin dan tiga polisi lainnya.

Lepas dari kejadian itu, Trump mau pun Gedung Putih mengeluarkan beberapa pernyataan di yang mana tidak sesuai dengan kenyataan. Mulai dari Trump yang menolak adanya penyemprotan gas air mata terhadap pendemo di dekat Gedung Putih, sampai teori konspirasi Antifa yang dikeluarkan Gedung Putih.

Teori Konspirasi Antifa
Pihak Gedung Putih mengatakan dalam sebuah kicauan di Twitter pada Rabu (3/6), “Antifa dan profesional anarki telah menyerang komunitas kita, menggelar batu bata dan senjata untuk memicu kekerasan. Ini adalah tindakan teror domestik,” ungkap pernyataan itu dibarengi video yang menunjukkan koleksi batu bata dan batu seolah tengah ditimbun sebagai alat untuk lakukan penyerangan.

FAKTANYA, pernyataan itu hoaks. Video itu menunjukkan banyak batu bata atau batu untuk proyek konstruksi dan sejenisnya, bukan untuk lakukan aksi jahat.

Sebuah klip menunjukkan batu terbungkus dalam bingkai kawat. Itu sebenarnya penghalang pelindung di luar Chabad, Sherman Oaks, sebuah sinagog di Ventura Boulevard di Los Angeles AS untuk menghentikan kendaraan agar tidak merusak bangunan.

Advertisement

Teori konspirasi itu diunggah Gedung Putih dua hari setelah Trump dan yang lainnya menepis sifat damai dari sebagian besar protes, menyoroti kekerasan dan menggambarkan kerusuhan sebagai tindakan yang sangat radikal. Gedung Putih kemudian menghapus kicauannya di Twitter termasuk videonya tanpa penjelasan.

KEOS di Washington DC
“Mereka tidak menggunakan gas air mata,” ujar Trump seperti yang disiarkan radio Fox News pada Rabu (3/6), menunjuk pada demo malam sebelumnya di luar Gedung Putih. Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany mengatakan, “Tidak ada gas air mata yang digunakan… tidak ada yang terkena gas air mata. Biar kuperjelas itu,” ujarnya pada rapat hari Rabu.

FAKTANYA, para pendemo diserang dengan gas air mata. Pihak berwenang mengakui adanya penggunaan bahan senyawa merica yang ditembakkan dalam bola plastik. Sebuah sumber ilmiah, termasuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menggolongkan lada yang tersebar sebagai zat yang ada di dalam gas air mata.

Petugas juga menembakkan proyektil yang mengandung bahan kimia yang memenuhi unsur-unsur gas air mata. Para pemrotes berhamburan dalam kabut asap yang menyengat, mereka terbatuk dan tersedak, beberapa mengalami mata merah dan mengalirkan air mata.

“Gas air mata adalah apa saja yang membuat Anda menangis,” ujar Dr Lynn Goldman, Dekan Institut Kesehatan Masyarakat, Universitas George Washington yang berbicara tentang bahan kimia yang digunakan untuk membubarkan kerumunan.

“Semprotan lada adalah gas air mata tapi ada banyak jenis lainnya juga.”

Dr Sven-Eric Jordt, yang meneliti gas air mata dan luka cedera akibat bahan kimia di Duke University School of Medicine, mengatakan bahwa senyawa baru, yang dikategorikan sebagai agen OC, mungkin tidak sesuai dengan definisi ilmiah tradisional tentang gas air mata tetapi sama kuatnya dan memiliki efek yang sama.

CS dan CN adalah kategori klasik gas air mata. WUSA9, afiliasi berita CBS di Washington, melaporkan bahwa para jurnalisnya menemukan kanister OC dan CS yang berserakan di jalan sesaat setelah pihak berwenang membubarkan para pemrotes.

Bahkan ada temuan satu tabungnya yang masih hangat. Trump juga mengatakan dalam kicauannya di Twitter dan statusnya di Facebook pada Selasa lalu, “Washington DC adalah tempat paling aman di dunia tadi malam!”

FAKTANYA, sangat tidak benar.

Tindakan keras dilakukan terhadap pengunjuk rasa yang damai dan pengunjuk rasa yang keras, para polisi yang diserang mengalami luka-luka, aksi vandalisme di sekitar Gedung Putih pun terjadi.

Lebih dari belasan agen federal bergabung dalam upaya untuk menertibkan massa. Di antara mereka, Polisi Taman AS pada Selasa mengatakan bahwa sebanyak 51 anggotanya terluka dalam empat hari demonstrasi sebelumnya. Selama waktu itu, Trump telah memperingatkan bahwa siapa pun yang melewati keamanan Gedung Putih akan menghadapi “anjing-anjing yang paling ganas, dan senjata yang paling tidak menyenangkan.”

Pada Senin malam dan malam-malam lainnya, Washington bukanlah tempat teraman di Bumi. Gedung Putih mungkin tempat teraman di Washington, dan itu baru benar. (kcm/data3)