Cegah Persebaran Covid-19, Pasar Akan Gelar Rapid Test Tiap 2 Minggu

Ilustrasi Pemeriksaan Rapid Test (antara)
agregasi

Waspada.co.id – Di era new normal, ruang publik sangat rawat penyebaran Covid-19. Seperti pasar, mal, serta beberapa lokasi lainnya.

Pemerintah pun cepat tanggap untuk mengurangi penyebaran Covid-19. Tak hanya di DKI Jakarta yang angka kasusnya tinggi, namun juga pemerintah Banten, tepatnya Kabupaten Tangerang.

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang paling rawan dengan penyebaran Covid-19. Karenanya, rapid test sangat digencarkan untuk cepat mendeteksi penularan virus corona.

“Secara random setiap 2 minggu sekali kita aktif melakukan rapid tes di pasar pasar tradisonal secara acak, guna memutus rantai penyebaran Covid-19,” kata dia lewat keterangan resminya.
Senada, Managing Director Siloam Hospitals Group dr Grace Frelita mengatakan, peningkatan jumlah kasus Covid-19 setiap hari jumlahnya terus meningkat. Maka itu sangat membutuhkan peran kunci dalam deteksi awal dengan baik.

“Metode deteksi dini adalah menggunakan antibody rapid test maupun RT-PCR test. Deteksi dini ini memungkinkan pemberian perawatan tepat waktu. Khususnya pada titik awal serangan Covid-19, sebelum serangan dashyat terjadi terhadap paru-paru,” bebernya di sela acara Link Net donasi 1.000 kit rapid test.

Advertisement

Pada akhirnya, deteksi dini tepat waktu akan meningkatkan angka kesembuhan dan mengurangi angka kematian. Deteksi ini, menurutnya, bahkan menjadi kunci dari upaya melawan Covid-19 adalah testing dengan cepat, luas dan efektif.

Dengan demikian, bisa diambil keputusan tepat waktu untuk mengisolasi dan merawat pasien. Deteksi ini juga memudahkan untuk melakukan kontak tracing untuk menurunkan dan memutuskan rasio penularan,” terangnya.

Biasanya, sambung dr Grace, satu laboratorium dapat mendeteksi atau melakukan testing cepat kepada 500 pasien. Metode yang dipakai khususnya adalah RT-PCR (Real Time Polymerase Chain Reaction).