Bukan Hanya Indonesia, Ibadah Haji 2020 Juga Ditiadakan di India, Pakistan dan Singapura

India, Pakistan, dan Singapura juga meniadakan ibadah haji 2020 karena pandemi corona. (AFP Photo/Bandar Al-Dandani)
Iklan

Waspada.co.id – Kebijakan penguncian wilayah (lockdown) karena pandemi virus corona berimbas pada jadwal perjalanan jemaah haji 2020 di India. Sekitar 12 ribu calon jemaah haji di Maharashtra. India terancam tidak bisa berangkat karena tidak ada fasilitas transportasi yang bisa digunakan.

Pedoman baru yang dikeluarkan Pemerintah Pusat India dan Negara Bagian Maharashtra pada Minggu (31/5) memperjelas bahwa tidak ada layanan transportasi udara dan darat termasuk kereta api dan bus selama Juni.

Surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian melarang semua jenis transportasi antarnegara beroperasi hingga 30 Juni.

Sementara rencana penerbangan pertama untuk jemaah haji akan dilakukan pada 30 Juni. Dengan kata lain, kecil kemungkinan hal itu akan terlaksana.

“Proses aplikasi daring untuk para jemaah haji telah dibuka sekitar Oktober (lalu). Untuk Maharashtra, kami memiliki kuota sebesar 12.000 jamaah dan sebanyak 39.000 orang telah mendaftar,” ujar Komite Haji Maharashtra, Jamal Siddiqui seperti mengutip The Hitavada.

iklan

Untuk menentukan 12 ribu jemaah yang akan berangkat, pemerintah India sempat menggunakan sistem lotere. Shiddiqui mengakui jika jemaah sempat bingung dengan nasib kelanjutan rencana keberangkatan haji mereka.

“Dengan ketidakpastian tentang ibadah haji, orang-orang juga kebingungan. Saya ingin membuat satu permohonan kepada Pemerintah untuk membuat pengumuman awal tentang ibadah tersebut dan Komite Haji India (bisa) mengembalikan uang yang disetor calon jamaah,” ujarnya.

Siddiqui mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menteri Persatuan India, Mukhtar Abbas Naqvi untuk menjelaskan hal tersebut. Seperti halnya Siddiqui, Wakil Presiden Komite Tanzeem Tengah (TCT) Shahid Naseem Khan juga beranggapan jika tahun ini India meniadakan ibadah haji.

Beberapa orang di negara bagian Nagpur, India mengatakan Komite Haji harus mulai mengembalikan uang para calon jamaah karena sudah hampir pasti ibadah tersebut ditiadakan tahun ini.

Singapura
Sebelum Indonesia, Singapura sudah lebih dulu memutuskan untuk menunda keberangkatan ibadah haji di tahun ini hingga 2021 mendatang.

Dewan Agama Islam Singapura (Muis) pada 15 Mei lalu mengatakan penundaan ibadah haji dilakukan atas alasan kesehatan dan keselamatan jemaah.

Menteri Urusan Muslim, Masagos Zulkifli mengatakan keputusan tersebut dibuat secara independen, bukan berdasarkan kebijakan Arab Saudi.

“Karena pertimbangan jemaah kami, yang terbaik untuk Singapura,” ujar Masagos.

Pakistan
Sementara Menteri Urusan Agama Federal Pakistan, Noorul Haq Qadri menagtakan bahwa pihaknya telah menghubungi pihak berwenang Arab Saudi terkait kuota haji tahun ini.

Mengutip Pakistan Today, Qadri mengatakan otoritas Arab Saudi telah menyampaikan rekomendasi mengenai ibadah haji dalam skala terbatas kepada Raja Salman.

Pihak Kerajaan Arab Saudi tengah mempertimbangkan untuk mengiinkan 20 persen jemaah Pakistan untuk melakukan ibadah haji. Keputusan akhir dari pertimbangan ibadah haji rencananya baru akan diumumkan pekan depan.

Indonesia
Pemerintah Indonesia memutuskan utuk tidak memberangkatkan jemaah haji ke Arab Saudi di tengah pandemi virus corona. Menteri Agama Fachrul Razi mengumumkan pembatalan tersebut lantaran pandemi Covid-19 global hingga kini belum berakhir.

“Berdasarkan kenyataan itu pemerintah memutuskan tak memberangkatkan haji pada 1441 hijriah,” kata Menteri Agama Fachrul Razi di Kementerian Agama, Selasa (2/6).

Fachrul mengatakan keputusan tersebut diambil berdasar hasil kajian dengan sejumlah pihak.

Fachrul sempat menyebut pemerintah Arab Saudi mulai melakukan persiapan untuk penyelenggaraan ibadah haji 2020. Hal ini yang membuat pemberangkatan haji ditunda.

Persiapan sudah terpantau sejak Sabtu (17/5) lalu. Fachrul mengatakan, dari pantauan pihaknya terlihat sudah ada pendirian tenda-tenda untuk jemaah haji di Arafah. (cnn/data2)

Iklan