Foto: Presiden AS Donald Trump. (AP/Evan Vucci)

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah seluruh klaim yang ditulis di dalam buku oleh mantan penasihatnya, John Bolton, dan menyebutnya penuh kebohongan.

“Buku yang ditulis oleh John Bolton penuh kebohongan dan dan cerita karangan. Sebelumnya selalu berkata manis tentang saya sampai saya memecatnya. Dia adalah orang bodoh yang tidak pernah puas dan selalu ingin berperang. (Dia) Tidak punya pegangan, diasingkan dan dengan senang hati (saya) mendepaknya. Dasar bodoh!,” cuit Trump melalui akun Twitter, seperti dikutip pada Jumat (19/6).

Di dalam cuitan itu, Trump juga menyebut Bolton sebagai orang yang tidak mempunyai kemampuan dan wajar jika pendahulunya, Presiden George W. Bush, Jr., juga memecatnya.

“Buku yang ditulis Bolton, yang mendapat ulasan buruk, adalah kumpulan kebohongan dan cerita yang dibuat-buat, yang dimaksudkan untuk membuat saya terlihat buruk. Dia menyebut saya banyak membuat pernyataan yang konyol yang sebenarnya tidak pernah terjadi, murni karangan. Saya hanya ingin mencoba impas dengan memecatnya,” lanjut Trump dalam cuitannya.

Advertisement

Dalam buku berjudul ‘The Room Where It Happened’, Bolton menyebut Trump meminta bantuan Presiden China, Xi Jinping, secara pribadi untuk membantu memenangkannya dalam pemilihan presiden pada November mendatang.

Dalam buku itu Bolton mengatakan Trump juga mendukung China membangun kamp konsentrasi bagi etnis minoritas Muslim Uighur. Dukungan itu disebut dilontarkan Trump demi memuluskan permintaan terkait bantuan pemilu kepada Xi.

Bolton menyebut Trump mengatakan Xi harus melanjutkan membangun kamp tersebut yang menurutnya adalah hal yang tepat untuk dilakukan.

“Dalam jamuan makan malam KTT G20 di Osaka pada Juni 2019, dengan hanya hadir penerjemah, Xi menjelaskan kepada Trump mengapa ia pada dasarnya membangun kamp konsentrasi di Xinjiang. Menurut penerjemah kami, Trump mengatakan bahwa Xi harus melanjutkan pembangunan itu. Kamp-kamp itu menurut Trump adalah hal yang tepat untuk dilakukan,” tulis Bolton dalam bukunya itu seperti dikutip dari CNN.

Dalam percakapan dengan Xi, Trump diketahui juga sempat menyelipkan agenda politiknya untuk pemilu 2020. Menurut Bolton, Trump meminta kepada Xi agar China membeli produk petani dan ternak AS lebih banyak lagi.

Lihat juga: Trump Disebut Minta Bantuan Xi Jinping demi Menangkan Pilpres
Trump menekankan peningkatan ekspor produk tani dan ternak AS merupakan hal penting yang dapat meningkatkan suara di pemilu Amerika.

Bolton juga menuturkan staf utama Dewan Keamanan Nasional AS untuk kawasan Asia, Matthew Pottinger, mengatakan padanya bahwa Trump menyatakan hal serupa saat berkunjung ke China pada November 2017 lalu. (cnn/data3)