15 Provinsi Nihil Corona, 5 Lainnya Sebaran Tertinggi

Foto: Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto (Dokumentasi BNPB)

JAKARTA, Waspada.co.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan angka penambahan kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia masih tinggi di lima provinsi per Senin (1/6).

Kelima provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), Sulawesi Selatan (Sulsel), serta Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Angka yang masih cukup tinggi kami dapatkan di DKI (Jakarta), Jatim, Sulsel, Jabar, dan Kalsel,” kata Yuri dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/6).

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, penambahan kasus di DKI Jakarta sebanyak 137 kasus, Jatim 65 kasus, Sulsel 45 kasus, Jabar 34 kasus, dan Kalsel 29 kasus.

Sementara itu, jumlah kumulatif kasus positif di lima di Jakarta mencapai 7.485 kasus, Jatim 4.922 kasus, Jabar 2.294 kasus, Sulsel 1.586 kasus, dan Kalsel 948 kasus.

Advertisement

Yuri menyatakan pemerintah akan melakukan upaya maksimal untuk menekan angka kasus positif virus corona yang masih tinggi di lima provinsi tersebut.

“Kami akan lakukan upaya semaksimal mungkin pada provinsi yang masih tinggi angkanya, supaya bisa kami tekan, tentunya berbasis pada masyarakat mengubah perilakunya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuri menyebut hari ini juga tak terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di 15 provinsi. Wilayah itu meliputi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Riau, Maluku, Papua Barat, serta Gorontalo.

“Hari ini 15 provinsi yang tidak ada laporan kasus positif,” katanya.

Sementara itu, kata Yuri, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 48.358 dan pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 13.120 orang. Sampai hari ini pihaknya telah memeriksa 333.415 spesimen dari 232.113 orang terkait Covid-19.

Data terbaru, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di RI mencapai 26.940 kasus. Dari jumlah tersebut, pasien yang dinyatakan sembuh 7.637 orang dan 1.641 orang lainnya meninggal dunia. (cnnindonesia/ags/data3)