Wabup Gayo Lues Serahkan BLT di Kecamatan Terangun

Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani bersama Kadis DPMK Jata SE didampingi Muspika Kecamatan Terangun, saat menyerahkan BLT bagi warga Kecamatan Terangun, di Aula Kantor Camat setempat, Kamis (21/5)

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani didampingi Kadis DPMK Jata SE, Camat Terangun Syabri S.Pd, dan Kapolsek Terangun, menyalurkan secara simbolis Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat Kecamatan Terangun, di Aula Kantor Camat Terangun, Kamis (21/5).

Said Sani mengatakan, hendaknya bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi yang menerima, dan sedikitnya dapat membantu ekonomi warga di tengah dampak Pandemi virus Covid-19. “Guna memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, diharapkan masyarakat dapat bekerjasama untuk mematuhi peraturan pemerintah, saling menjaga jarak (physical distancing), dan terus menjaga pola hidup sehat,” jelasnya.

Bantuan tersebut akan diterima masyarakat dengan jumlah Rp600.000/bulan, dan akan diterima selama 3 bulan, terhitung mulai April 2020 – Juni 2020. “Sesuai dengan peraturan yang diterapkan oleh Pemerintah Pusat, dalam menanggulangi dampak Pandemi Covid-19,” tambahnya.

Menurut Camat Terangun Syabri S.Pd, mengatakan penyaluran bantuan secara simbolis tersebut untuk 3 kampung dilaksanakan di kecamatan dan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani.

“Selebihnya akan dilaksanakan di kampung masing-masing, dan Insya Allah sampai tanggal 24 Mei 2020, penyaluran BLT di 24 desa di Kecamatan Terangun akan tuntas,” sebutnya kepada Waspada Online, Jumat (22/5).

Advertisement

Disebutkan, hingga saat ini masyarakat Kecamatan Terangun belum ada terkontaminasi virus Covid-19, namun dampaknya secara ekonomi sangat terasa mulai dari masyarakat bawah hingga para pelaku ekonomi dan juga para ASN.

“Untuk itu kita juga mengharapkan agar sektor perekonomian masyarakat terus berjalan dan bergerak di tengah dampak Covid-19, agar masyarakat terus mendukung sektor pertanian dan perkebunan. Dengan tetap bekerja dan menanam palawija, serta sandang dan pangan yang dapat menopang kebutuhan sembilan bahan pokok,” jelasnya. (wol/bus/data3)

Editor: M Agus Utama