Tuan Rondahaim Saragih Layak Jadi Pahlawan Nasional

MEDAN, Waspada.co.id – Tuan Rondahaim Saragih diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Raja ke-14 dari Kerajaan Raya (Simalungun) ini dinilai telah berperan dalam memimpin dan berjuang mempertahankan wilayah Indonesia dari penjajahan Belanda.

Usulan tersebut disepakati dalam Rapat Pembahasan Usulan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional kepada Tuan Rondahaim Saragih di Ruang Rapat Kaharuddin Nasution, Kantor Gubernur Sumut, Rabu (27/5).

Rapat dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) yang juga Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Sumut, Dr Hj R Sabrina MSi. Turut hadir di antaranya Kadis Sosial Sumut Rajali, Sejarawan USU Suprayitno, Sejarawan Unimed Ichwan Azhari, tim pengusul dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) USU Medan, dan lainnya.

“Pada prinsipnya, tentu kita semua setuju Tuan Rondahaim Saragih diusulkan menjadi salah satu pahlawan nasional dari Sumut. Bahkan bila perlu lebih banyak lagi tokoh kita usulkan untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional, karena akan menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Sabrina.

“Ini merupakan kesempatan terakhir, karena itu saya minta tim pengusul menyempurnakan lagi usulan ini. Berbagai saran dan masukan harus diakomodir nantinya, terutama tentang syarat dan kriteria, harus dipastikan sudah sesuai dengan yang ditetapkan,” ujar Sabrina.

Advertisement

Hal senada disampaikan Sejarawan USU Suprayitno. Menurutnya, masih banyak yang harus disempurnakan dalam usulan yang akan disampaikan ke Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP), antara lain bukti-bukti sejarah berupa arsip-arsip pendukung.

“Saya bangga dengan sosok Tuan Rondahaim Saragih. Namun tim pengusul harus bekerja lebih ekstra lagi untuk mengumpulkan bukti-bukti sejarah dan arsip yang mendukung, agar usulan dapat disetujui oleh TP2GP dan Tuan Rondahaim Saragih ditetapkan menjadi salah satu Pahlawan Nasional asal Sumut,” ujar Suprayitno.

Ichwan juga mengharapkan hal yang sama. Selain segera memperbaiki usulan, tim pengusul juga diharapkan mempersiapkan diri menerima kedatangan TP2GP ke Sumut. Hisarma Saragih, Tim Pengusul FIB USU Medan, menyampaikan akan segera memperbaiki usulan untuk disampaikan ke TP2GP.

Diketahui, Tuan Rondahaim Saragih Garingging atau Tuan Rondahaim merupakan sosok pejuang asal Kerajaan Raya, Simalungun. Masa perjuangannya terentang dari 1880 hingga 1891. Awal keterlibatannya melawan kolonialisme Belanda adalah saat mengetahui pemerintah Belanda membuka perkebunan secara sepihak di wilayah yang dihuni orang Simalungun.

“Ia mendatangkan guru-guru perang dari Tanah Gayo, Alasa, dan Aceh ke Raya untuk mendidik pasukannya. Tengku Muhammad (Aceh) dan Sisingamangaraja ke-XII (Bakkara) didatangkan ke Dalig Raya untuk membahas strategi perang semesta menghadapi Belanda. Ia juga membangun komunikasi dengan Kesultanan Lima Laras (Batubara) untuk kerja sama pertahanan,” papar Hisarma.

Ketatnya pertahanan yang digalang Tuan Rondahaim serta tangguhnya pasukan Raya pun memaksa Belanda mengundurkan diri dari usaha menundukkan raja-raja Simalungun. Tuan Rondahaim berhasil mengamankan wilayahnya sampai akhir hayatnya. Pada tahun 1891, ia tutup usia dan dimakamkan di Raya. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL