RI-AS Jajaki Kemungkinan Kerja Sama Pengadaan Obat dan Vaksin Corona

Foto: Ilustrasi. Indonesia menjajaki kerja sama pengadaan obat dan vaksin corona dengan AS. (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

Waspada.co.id – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia dan Amerika Serikat tengah menjajaki kemungkinan kerja sama pengadaan obat dan vaksin virus corona (Covid-19).

Hal itu dibicarakan Retno dengan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo melalui sambungan telepon pada Rabu (27/5).

“Saya kemarin juga menerima telepon dari Menlu AS Mike Pompeo. Isu kedua yang saya diskusikan dengan Menlu Pompeo adalah terkait kerja sama melawan Covid-19, termasuk potensi kerja sama jangka panjang dalam hal obat dan vaksin,” kata Retno dalam jumpa pers virtual seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (28/5).

Meski begitu, Retno tak merinci seperti apa kerja sama pengadaan obat dan vaksin antar-kedua negara tersebut.

Namun, Retno menegaskan bahwa seluruh negara, tak terkecuali negara berkembang dan kurang berkembang, harus bisa mendapatkan akses yang adil terhadap obat dan vaksin corona dengan harga terjangkau.

Advertisement

Retno juga meminta kepemimpinan AS untuk memastikan akses yang adil itu tercapai ketika vaksin serta obat Covid-19 tercipta dan tersebar di pasaran.

Selain obat dan vaksin, dalam jumpa pers pekan lalu Retno menuturkan Indonesia dan AS juga masih terus berkomunikasi untuk merealisasikan kerja sama pengadaan mesin penunjang pernapasan atau ventilator yang dapat membantu pasien Covid-19.

Dalam jumpa pers itu, Retno mengatakan bahwa pihak United States Agency for International Development (USAID) di Indonesia telah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan RI pada 4 Mei lalu untuk mendiskusikan masalah spesifikasi alat dan masalah teknis lainnya terkait ventilator.

Sejauh ini sudah ada delapan ventilator yang dikembangkan sejumlah lembaga di Indonesia. Satu kandidat ventilator yang dibuat Institut Teknologi Bandung (ITB) telah lulus uji teknis serta klinis, dan saat ini dalam proses produksi oleh BUMN dan pihak swasta. Jenis ventilator itu CPAP/portable ventilator.

Meski mulai mencoba memproduksi sendiri, Indonesia masih menerima bantuan pengadaan ventilator. AS menjadi salah satu negara yang menyumbangkan alat tersebut kepada Indonesia.

Retno menuturkan pengiriman ventilator gelombang pertama dari AS akan tiba di Indonesia sekitar akhir Mei atau awal Juni nanti. (cnn/data3)