Pemprovsu Segera Bebaskan Lahan Benteng Putri Hijau

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) menyelamatkan situs bersejarah akan segera direalisasikan dengan pengadaan (pembebasan) lahan Benteng Putri Hijau di Desa Delitua, Kecamatan Namorambe, tahun ini.

“Untuk proses ganti rugi lahan ini, kita harus mengikuti semua aturan yang berlaku. Jangan nanti ada masalah di belakang hari. Jangan sampai ada hal-hal yang tertinggal. Terkait persoalan pengadaan lahan ini sangat sensitif dan bisa muncul masalah hukum. Kalau sudah dibeli nanti harus segera dipatok sebagai kawasan cagar budaya, sehingga tidak bermasalah di kemudian hari,” ujar Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu), Musa Rajekshah, Kamis (28/5).

Hadir dalam rapat penataan Benteng Putri Hijau di Rumah Dinas Wagubsu itu, antara lain Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Avon Nasution, Kepala UPT Taman Budaya Sumut Deny Elpriansyah, peneliti Balai Arkeologi Sumut Taufiqurahman Setiawan, dan Konsultan/Tim Percepatan Pembangunan Sumut Abraham Telaumbanua.

Wagubsu juga meminta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut menata kawasan situs Benteng Putri Hijau dengan melibatkan stakeholder terkait, seperti arkeolog, sejarawan serta tetap mempertahankan kealamian kawasan tersebut sekaligus mempertimbangkan perawatan yang lebih mudah hingga membangun lokasi pembuangan dan pengelolaan sampah.

Sebelumnya, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut mengatakan pihaknya sudah lebih dahulu melakukan kajian hukum terkait legalitas cagar budaya Benteng Putri Hijau tersebut.

Advertisement

“Dari tahun lalu, sebenarnya kita sudah kaji dan persiapkan dokumennya. Namun ini memang tidak bisa cepat karena harus ada dasar hukumnya. Makanya, tahun ini semua dokumen akan kita ganti dan sahkan dengan SK,” ujar Ria.

Setelah dilakukan penyusunan dokumen perencanaan, Ria menambahkan pihaknya akan segera rezonasi atas lahan/lokasi untuk kegiatan pengadaan lahan/tanah situs Benteng Putri Hijau. Selanjutnya, dibuat penetapan SK Bupati Deliserdang yang baru.

“Jika sudah dikeluarkan SK zonasi lahan Benteng Putri Hijau, tahun ini juga ada pengadaan lahan (ganti rugi) terhadap tanah di kawasan situs yang ditempati oleh masyarakat. Selanjutnya tahap persiapan dan pelaksanaan ganti rugi lahan,” sebut Ria lagi.

Pengadaan lahan cagar budaya Benteng Putri Hijau akan dilakukan dalam beberapa tahapan. Tahap pertama direncanakan ganti rugi tahun ini seluas 19.000 meter persegi. Tahun 2021 diganti rugi tahap II A seluas 20.000 m², tahap II B seluas 19.500 m² serta tahap III seluas 10.000 m². Tahap II A dan II B ini juga karena arealnya berdekatan dengan permukiman penduduk.

Berdasarkan hasil penelitian, Taufiqurahman mengatakan situs Benteng Putri Hijau berada pada koordinat 3.48901 lintang utara dan 98.67461 bujur timur dengan luas ukurannya sebesar 61.415,754 m2, dan lokasinya terbagi atas tiga sektor.

Abraham menambahkan penataan situs Benteng Putri Hijau nantinya akan didesain perpaduan arsitektur Karo dan Melayu. Selain itu, penataan kembali areal Pancuran Gading dan Pancuran Panglima untuk menjadi objek pariwisata Sumut. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL