New Normal Masjid Dibuka Lagi, Menag: Semua Ada Plus-Minusnya

Foto: JPNN.com
agregasi

Waspada.co.id – Kementerian Agama sedang mempersiapkan penerapan kenormalan baru (new normal) yang direncanakan pemerintah diterapkan pada 1 Juni 2020.

Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan saat ini Kemenag masih mempertimbangkan hasil keputusan pembukaan masjid-masjid di Indonesia ketika new normal diberlakukan.

“Semua keputusan ada plus dan minusnya. Tunggu terbit surat edarannya (SE),” kata Menag Fachrul Razi saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (28/5/2020).

Sementara Juru Bicara Kemenag Oman Fathurrahman menjelaskan, terkait seluruh masjid di Indonesia akan dibuka untuk umum masih dalam kajian lebih dalam dan keputusannya sedang dimatangkan.

“Akan dibahas dengan Pak Menag. Nanti disampaikan setelah diskusi dan belum (diputuskan), masih dimatangkan,” ucapnya.

Advertisement

Senada dengan Kemenag, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga tengah mengkaji ulang tentang protokol kesehatan dalam beribadah, yakni mengacu pada Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah covid-19.

“Sedang Kami godok oleh tim kecil. Mungkin sore atau malam ini selesai, dan besok dibawa ke dalam rapat dewan pimpinan,” kata Sekjen MUI KH Anwar Abbas dalam keterangannya.
Salah satu poin dalam fatwa tersebut menyatakan wilayah yang masih terpapar covid-19 atau zona merah untuk sementara waktu agar tidak melaksanakan sholat berjamaah di masjid.

Kemudian setiap orang wajib melakukan ikhtiar menjaga kesehatan, dan menjauhi setiap hal yang diyakini dapat menyebabkannya terpapar penyakit, karena hal itu merupakan bagian dari menjaga tujuan pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Lebih lanjut ketika berada di suatu kawasan yang potensi penularan covid-19 sangat tinggi, berdasarkan ketetapan pihak yang berwenang maka ia boleh meninggalkan Sholat Jumat dan menggantikannya dengan Sholat Zuhur.