Langgar Ketentuan Asimilasi, Habib Bahar Bakal Jalani Hukuman Setahun Lima Bulan Lagi

Foto: Okezone
Iklan
agregasi

JAKARTA – Pemimpin Majelis Pembela Rasulullah, Habib Bahar bin Smith bakal menjalani sisa masa hukuman sekitar satu tahun lima bulan, setelah melanggar ketentuan asimilasi terkait hukuman yang tengah menjeratnya.

Sedianya, pimpinan Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin di Kampung Pabuaran Kaler, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu telah menjalani setengah dari masa tahanan dalam kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur dan berhak mendapatkan asimilasi.

Habib Bahar telah menjalani pembebasan bersyarat pada Sabtu 16 Mei 2020 lalu. Namun, Habib Bahar kembali dijebloskan ke jeruji besi karena isi ceramahnya yang beredar di media sosial (medsos).

“(Proses penahanan lanjutannya), satu tahun lima bulan lagi,” Kadiv Pas Kemenkumham Jabar, Abdul Haris, saat dikonfirmasi via pesan singkat, Selasa (19/5/2020).

Saat ini, Habib Bahar kembali ditahan di Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah dijemput polisi pada pukul 02.00 WIB dini hari tadi.

iklan

Habib Bahar pun masih didampingi tim kuas hukumnya di Lapas Gunung Sindur tersebut.

“”Dini hari tadi sampai saat ini masih didampingi tim kami di sana,” ujar salah seorang tim kuasa hukum Habib Bahar, Aziz Yanuar kepada Okezone.

Habib Bahar divonis selama tiga tahun penjara dalam kasus penganiyaan anak di bawah umur. Dalam persidangan, Bahar didakwa dengan dua pasal primer dan 5 pasal sekunder tentang penganiayaan dan perampasan hak kemerdekaan.

Dia didakwa dengan dakwaan primer pasal 333 ayat 2 Kitab undang-undang hukum Pindahnya (KUHP) Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP.

Iklan