Kemenhub Perketat Pengawasan Transportasi di Fase Arus Balik

Foto: Antara

JAKARTA, Waspada.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan kegiatan mudik dan arus balik tetap dilarang. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh stakeholder memperketat pengawasan pengendalian transportasi pasca-Idul Fitri 1441 H.

“Kami tetap konsisten bahwa yang namanya mudik dan arus balik, baik itu yang dilakukan menjelang maupun sesudah Hari Raya Idul Fitri tetap dilarang. Yang diperbolehkan bepergian adalah orang-orang dan kegiatan yang memenuhi kriteria dan syarat yang sudah diatur di dalam Permenhub 25/2020 dan SE Gugus Tugas No 4/2020, ucap Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati, di Jakarta, Senin (25/5).

Dikatakan, pengetatan pengawasan transportasi secara umum terbagi tiga fase. Pertama fase jelang Idul Fitri yang dimulai sejak ditetapkannya Permenhub 25/2020 pada 23 April 2020-23 Mei 2020, lalu fase Idul Fitri pada 24-25 Mei 2020, dan fase pasca-Idul Fitri pada 26 Mei hingga selesainya masa berlaku SE Gugus Tugas.

“Pengawasan pada fase jelang dan saat Idul Fitri sudah dilakukan dan berjalan dengan baik. Mulai hari ini (Senin-red), kami akan fokus untuk pengawasan pada fase pasca-Idul Fitri,” ungkap Adita.

Sesuai kebijakan imbauan yang disampaikan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang telah meminta masyarakat di daerah tidak kembali ke Jakarta selama pandemi, Kemenhub akan mendukung kebijakan tersebut. Nantinya, Kemenhub berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengetatan pengawasan transportasi di seluruh Indonesia.

Advertisement

“Pengawasan pengendalian transportasi hampir sama dengan fase menjelang Idul Fitri, yaitu penyekatan di sejumlah titik di jalan maupun pemeriksaan kelengkapan dokumen sesuai kriteria dan syarat yang ditentukan di simpul-simpul transportasi, seperti terminal, stasiun, bandara, dan pelabuhan. Ini untuk memastikan mereka yang bepergian benar-benar memenuhi kriteria dan syarat sesuai ketentuan, bukan kegiatan mudik maupun balik,” pungkasnya. (wol/aa/liputan6/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL