Jubir Covid-19: PSBB Ibarat Gas, New Normal Itu Remnya

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19 (Foto : BNPB Indonesia/Youtube)

JAKARTA, Waspada.co.id – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19) Achmad Yurianto mengatakan tidak ada indikator khusus pemerintah menetapkan empat provinsi dan 25 kabupaten/kota dipilih menerapkan tatanan kehidupan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona.

Menurut Yuri, empat provinsi dan 25 kabupaten/kota itu dipilih hanya karena mereka telah mengimplementasikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). “Itu daerah-daerah yang mengimplementasikan PSBB,” kata Yuri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (28/5).

Yuri menjelaskan, PSBB maupun new normal sama-sama kebijakan yang diambil untuk mengendalikan penyakit. Ia mengibaratkan bahwa dua kebijakan itu berkesinambungan seperti sebuah kendaraan, perlu digas dan direm.

“PSBB kemarin itu gasnya, sekarang new normalnya itu rem-nya. Kalau digas terus enggak direm bagaimana,” jelas Yuri.

“Ini sistem ya, kemarin dibatas-batasi ya, sekarang new normal mulai dikurangi-kurangi. Kan begitu,” lanjutnya.

Advertisement

Yuri mengakui bahwa empat provinsi yang dipilih untuk penerapan new normal masih mencatatkan kasus positif yang cukup tinggi. Oleh karena itu, menurut dia, penerapan new normal di keempat provinsi itu juga tidak akan bersamaan.

Menurutnya, dalam satu provinsi pun penerapan new normal tidak akan dilakukan serentak. Ia mencontohkan, seperti di Jawa Barat, kabupaten atau kota yang sudah aman dari penyebaran virus corona bisa mulai menerapkan new normal.

“Jabar saja sudah mengatakan enggak langsung satu provinsi, kabupaten yang aman jalan duluan, yang belum belakangan, kan begitu,” ujarnya.

Yuri menegaskan, penerapan new normal ini nantinya juga tetap akan mengikuti kajian epidemiologi. Selain itu, penerapan new normal juga harus diperhatikan secara cermat dan hati-hati.

Yuri juga memastikan, apabila nanti jumlah kasus positif kembali naik usai penerapan new normal, maka daerah tersebut bisa kembali menerapkan PSBB.

“Kalau kemudian dikendurkan naik lagi (kasus positif corona), ya dikencengin lagi (PSBB),” tandas Yuri.

Presiden Jokowi sebelumnya memilih empat provinsi dan 25 kabupaten/kota untuk menerapkan new normal. Pemerintah mengerahkan ratusan ribu personel tentara dan polisi untuk memantau dan mendisiplinkan warga selama penerapan new normal.

Adapun empat provinsi yang ditunjuk Jokowi untuk mempersiapkan new normal yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, dan Gorontalo.

Sementara, 25 kabupaten/kota lainnya yakni Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak, Kabupaten Bengkalis (Riau).

Selain itu, Kota Palembang, Kota Prabumulih (Sumsel); Kota Tangerang (Banten); Kota Tegal (Jateng); Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, Kabupaten Malang (Jatim).

Kemudian Kota Palangkaraya (Kalimantan Tengah); Kota Tarakan (Kalimantan Utara); Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala (Kalimantan Selatan; dan Kabupaten Buol (Sulawesi Tengah). (cnnindonesia/ags/data3)