Hasil investigasi LSM FMPK Gayo Lues, Penerima BLT Desa Sere Berjumlah 123 Orang

Foto: Ketua Koordinator LSM Satgas Covid-19, Syafaruddin Telpie saat audiensi dengan Wakil Bupati Gayo Lues H. Said Sani terkait penyaluran bantuan BLT Dana Desa, Sabtu (30/5). (WOL Photo)
Iklan

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Terkait pemberitaan di media massa beberapa waktu lalu, tentang jumlah warga penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kampung Sere, yang dikatakan hanya berjumlah 4 orang warga, LSM FMPK angkat bicara.

Berdasarkan investigasi yang dilakukan LSM FMPK, Sabtu (30/5), menyatakan isu tersebut tidak benar, dan sesuai hasil investigasi penerima BLT sejumlah 123 orang.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung Ketua LSM FMPK Syafaruddin Telpie kepada Waspada Online Sabtu (30/5) di Blangkejeren. Syafaruddin Telpie yang juga Koordinator LSM di Satgas Covid-19 Gayo Lues, menyatakan begitu prihatin mendengar isu bahwa masyarakat Kampung Sere Kabupaten Gayo Lues, hanya mendapat bantuan BLT DD sejumlah 4 orang.

Menindaklanjuti hal itu, pihaknya segera melakukan investigasi pada Sabtu (30/5) bersama Kepada Desa Sere Alim dan sejumlah tokoh masyarakat Kampung Sere.

“Jumlah warga penerima BLT keseluruhan adalah 123 orang, khusus yang 4 warga sementara didahulukan karena mereka yang paling membutuhkan. Ke depan hendaknya rekan-rekan LSM maupun jurnalis dalam melakukan investigasi agar cross check dan turun ke lapangan. Agar tidak mendapatkan informasi yang salah yang dapat merugikan pihak lain,” tegasnya.

iklan

Dikatakan, tertundanya penyaluran karena jumlah warga penerima BLT tersebut belum valid seluruhnya, namun paling lambat berdasarkan kesepakatan dengan Kepala Desa, hari Rabu (3/6) mendatang semua sudah disalurkan. “Sesuai dengan ketentuan, dan kita akan kawal langsung penyaluran dana tersebut,” tegasnya.

Kepala Desa Sere Alim juga menyatakan, hasil musyawarah sebelumnya data penerima BLT tersebut memang berpatokan kepada 14 kriteria yang dijadikan pedoman. “Dan bagi yang sudah mendapatkan bantuan dari PKH, BNPT, TNI/Polri dan ASN tetap tidak masuk sebagai penerima,” sebutnya.

Disebutkan, adanya isu tentang jumlah penerima BLT yang hanya sejumlah 4 orang warga, dirinya tidak membantah, namun itu diberikan atau didahulukan karena mereka yang menerima dikategorikan sudah berusia lanjut. “Di antaranya ada yang sakit, dan mereka layak kita dahulukan. Dan sesuai data yang kami sampaikan kepada rekan LSM jumlah keseluruhan mencapai 123 orang,” jelasnya.

Saat ini, Kepala Desa mengklaim data penerima sudah valid dan akan disalurkan pada hari Rabu (3/6) mendatang. “Sesuai dengan peraturan dari pusat yaitu Rp600 ribu/KK, dan akan diterima masyarakat langsung, selama 3 bulan,” jelasnya. (wol/bus/data3)

Editor: M Agus Utama

Iklan