Gara-gara Narkoba, Hizbul Wathan Pecat Mantan Kiper PSMS

WOL Photo/Ega Ibra
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Mantan kiper PSMS Medan, Choirun Nasirin, ditangkap terkait kepemilikan narkoba. Nasirin ditangkap di salah satu hotel kawasan Sedati, Sidoarjo, oleh BNNP Jawa Timur, Minggu (17/5). Nasirin ditangkap dengan barang bukti lima kilogram sabu-sabu.

Terkait hal ini, Sekretaris Umum PSMS Julius Raja mengaku terkejut dan memberi sinyal kekhawatiran. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pasca-diberhentikannya liga akibat virus Corona (Covid-19), manajemen langsung test urine pemain.

“Kita dapat kabar tadi dan sayangkan kejadian ini. Tapi ini menjadi pelajaran buat kita agar lebih waspada dan bisa saja jika liga digelar kembali kita sarankan tes urine,” ujar Raja, Senin (18/5).

Dirinya berharap agar PSSI, dalam hal ini operator liga, turut serta memberikan pengawasan dan pemeriksaan terhadap pemain yang akan berlaga sekaligus memberikan sanksi keras kepada mereka yang terbukti melanggar.

“Harapannya dengan tertangkapnya pemain ini, LIB dan PSSI lebih respon dan segera bersikap dengan pengawasan ekstra agar ke depan tidak ada lagi pemain aktif di klub kedapatan positif narkoba,” terangnya.

iklan

Julius juga menyayangkan kejadian tersebut. Selain memiliki prestasi, Nasirin yang kini berseragam PS Hizbul Wathan itu juga telah berkeluarga.

“Pihak manajemen sangat menyayangkan aksi di luar lapangan yang dilakukan Nasirin. Selain punya prestasi, dirinya juga telah berkeluarga. Kan kasihan dengan anak istrinya,” tukasnya.

Presiden PS Hizbul Wathan, Dhimam Abror, membenarkan salah satu kipernya terlibat kasus narkoba. Sesuai kesepakatan kontrak, Nasirin pun dipecat. Setelah itu, Nasirin menyesal dan meminta maaf ke pihak klub serta menerima pemecatannya. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan