Check Point Diperketat, Gugus Tugas Covid-19: Paling Utama Kesadaran Tidak Mudik

Check Point PSBB di Bekasi (Foto : Okezone.com)
agregasi

JAKARTA – Menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2020, sejumlah pengamanan di check point diperketat untuk menghalau masyarakat yang nekat melaksanakan mudik di tengah pandemi Covid-19 atau virus corona.

Tim Komunikasi Publik Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kolonel Inf Kristomei Sianturi mengungkapkan bahwa Check Point hanyalah sarana untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, yang paling penting adalah munculnya kesadaran untuk tidak mudik di tengah pandemi Covid-19.

Check Point itu hanya alat kontrol saja, yang paling utama adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak mudik,” kata Kristomei saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik bagi warga saat pandemi Covid-19. Salah satu upayanya adalah dibentuknya Check Point untuk menghadang pemudik yang melintas di Jalan Tol atau arteri dan jalur tikus.

Kristomei menuturkan, berapapun banyaknya Check Point, tapi apabila tidak memiliki kesadaran dari warganya untuk tidak mudik saat pagebluk corona, hal itu akan percuma atau sia-sia terkait pemutusan rantai penyebaran virus corona.

Advertisement

“Mau berapa banyak cek point pun, tapi tidak ada kesadaran dari masyarakat dan curi-curi atau mencari jalur lain untuk mudik, upaya kita untuk menekan penyebaran Covid-19 akan sulit,” tutur Kristomei.

Pemerintah, kata Kristomei melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 terus mengimbau masyarakat untuk tidak mudik pada lebaran ini. Tujuannya, untuk memutuskan penyebaran Covid-19 ke daerah-daerah.

Selain itu, Kristomei menyebut, melakukan perjalanan mudik di tengah wabah penyakit, maka berpotensi membahayakan keluarga di kampung halaman.

“Virus tidak dapat berpindah tempat dengan sendirinya, tapi manusialah yang memindahkannya. Silaturahim tahun ini cukup dilakukan secara online dulu, karena dengan begitu kita selamat dan menyelamatkan banyak orang,” tutup Kristomei.