BI Ambil Kebijakan Lakukan QE

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo (Ist)

MEDAN, Waspada.co.id – Bank Indonesia mengambil kebijakan melakukan quantitative easing (QE) untuk memastikan bank-bank memiliki likuiditas yang cukup sebagai dampak penurunan deposito.

“Terkait pertumbuhan deposito menurun, pihaknya telah menurunkan GWM Rupiah pada periode Januari-April dan Mei 2020 yang akan menambah likuiditas perbankan sebesar Rp155 triliun,” tutur Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Jumat (1/5).

Bank juga dapat melakukan repo SBN untuk memenuhi likuiditasnya.

“Kondisi likuiditas perbankan saat ini sudah lebih dari cukup. Hal yang perlu dilakukan adalah bagaimana QE dapat mengalir ke sektor riil. Program pemulihan ekonomi yang berdasarkan program restrukturisasi kredit OJK dan stimulus fiskal pemerintah sangat menentukan agar likuiditas bank tersebut dapat mengalir ke sektor riil.” terang Perry Warjiyo Perry

Angka terkini QE BI sudah mencapai Rp503,8 triliun. Tetapi sampai ini masih banyak di SBN. Untuk itulah, kata dia, diperlukan stimulus fiskal pemerintah dan restrukturisasi kredit OJK, sehingga likuiditas perbankan mengalir ke sektor riil dan dampak QE semakin kelihatan.

Advertisement

Dengan mandat yang dimiliki BI untuk menjaga stabilitas harga dan nilai tukar Rupiah, maka BI hanya dapat melakukan QE, tetapi tidak dapat langsung membeli corporate bond seperti yang dilakukan The Fed AS sebagai upaya mendukung sektor usaha.

“Dengan demikian, untuk corporate bond dan kredit untuk korporasi, menjadi bagian dari program restrukturisasi kredit yang dilakukan OJK,” tutupnya.(wol/eko/data3)

Editor: SASTROY BANGUN