Abu Bakar Ba’asyir dan Gayus Tambunan Dapat Remisi Lebaran

Foto: liputan6
Iklan

BOGOR, Waspada.co.id – Sebanyak 588 narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur Bogor mendapat remisi khusus di Hari Raya Idul Fitri 1441 H, Minggu (24/5).

Kepala Lapas Khusus IIA Gunung Sindur, Mulyadi, mengatakan remisi khusus atau pengurangan masa hukuman diberikan sebagai pemenuhan hak narapidana di Hari Raya Idul Fitri. Mereka mendapat remisi umum I berupa pengurangan hukuman dan remisi umum II atau bebas.

“Jumlah penerima remisi ada 588 WBP (warga binaan permasyarakatan),” kata Mulyadi.

Mulyadi merinci remisi umum I sebanyak 571 WBP dan remisi II sebanyak 18 WBP atau bebas dari penjara karena masa penahanannya hanya tersisa hitungan bulan. Untuk narapidana yang tidak mendapatkan remisi khusus Idul Fitri 2020 ada 247 orang.

“Napi yang langsung bebas ada 18 WBP. Setelah mendapat remisi, hari ini mereka langsung pulang ke rumahnya,” ujarnya.

iklan

Mulyadi menambahkan napi kasus korupsi dan terorisme juga turut mendapatkan remisi. Kedua napi dimaksud adalah Abu Bakar Ba’asyir dan Gayus Tambunan.

“WBP atas nama Gayus Tambunan mendapat remisi dua bulan dan Abu Bakar Ba’asyir satu bulan 15 hari,” terangnya.

Mulyadi menjelaskan pemberian remisi ini karena mereka sudah menjalani masa hukuman dan berkelakuan baik selama menjalani pidana.

“Karena keberadaan mereka di lapas juga sudah cukup lama,” ucap Mulyadi.

Gayus Tambunan dihukum atas kasus yang dilakukan berlapis-lapis. Dari memanipulasi pajak, menyuap hakim, menyuap petugas LP hingga membuat paspor palsu. Sementara itu, Abu Bakar Ba’asyir merupakan terpidana teroris yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada 16 Juni 2011.

Pada 2019, sempat ada wacana pemerintah akan memberikan pembebasan bersyarat (PB) terhadap Ba’asyir karena masalah kesehatan. Namun, PB tersebut akhirnya dikaji ulang. (wol/aa/liputan6/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan