VIDEO: Sidang Online Dzulmi Eldin, Sejumlah Saksi Ungkap Syamsul Fitri Aktif Minta Uang dari OPD

Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Sidang kasus suap Walikota Medan Non Aktif kembali digelar dengan agenda keterangan saksi-saksi. Sidang yang digelar secara teleconference (online) dengan kehadiran terdakwa Dzulmi Eldin melalui layar monitor tersebut berlangsung di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri Medan, Senin (6/4) siang.

Hari ini Jaksa penuntut Umum (JPU) menghadirkan tujuh orang saksi untuk memberikan kesaksian. Para saksi itu terdiri dari Sekda Pemko Medan, Protokoler dan ajudan Walikota Medan non aktif, rekanan proyek kedinasan hingga perusaha travel langganan Pemko Medan dalam urusan perjalanan dinas luar kota hingga luar negeri.

Dalam kesaksian yang disampaikan para saksi yang dihadirkan, sejumlah saksi mengungkap bahwa Syamsul Fitri selaku Kasubbag Protokol Pemko Medan, aktif meminta uang dengan berbagai cara dari para Kadis dan OPD dalam kasus suap wali kota Medan non aktif Dzulmi Eldin.

Salah satunya, Staf Honorer Subbagian Prorokoler Setda Kota Medan, Andika Hartono mengakui, bahwa dirinya beberapa kali menerima uang dari 10 orang Kadis/OPD atas perintah Syamsul Fitri sebagai Kasubag Protokoler Pemko Medan ketika itu.

Nominal uang yang diterimanya atas perintah Syamsul Fitri tersebut bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp200 juta. Uang tersebut diterima melalui beberapa tahap yang juga bervariasi sesuai kemampuan masing-masing Kadis yang memberikan.

iklan

“Benar pak, ada beberapa kali atas perintah Syamsul Fitri. Ada 10 orang yang saya terima pemberiannya, nominalnya uangnya bervariasi mulai Rp5 juta sampai Rp200 juta. Itu juga melalui beberapa tahap yang berbeda dari masing-masing memberi,” ujar Andika di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Abdul Azis.

Iklan