Tingkat Kematian Tertinggi di Asia, Dokter Malaysia Risaukan Penanganan Covid-19 Indonesia “Seperti Bom Waktu”

Foto: Dr Musa Nordin dalam acara Agenda Awani. (Screen Shoot YouTube/AstroAwani)

Waspada.co.id – Musa Nordin, dokter asal Malaysia, mengaku merasa risau dengan Indonesia di tengah pandemi corona alias Covid-19. Dia menyebut Indonesia sebagai bom waktu yang bisa memengaruhi penyebaran corona di Negeri Jiran.

“Saya risau ni Indonesia, Indonesia is a kind bomb. We just do’t know again,” kata Nordin dalam sebuah wawancara dengan Astro Awani, sebuah saluran televisi Malaysia yang diunggah melalui akun YouTubenya, dikutip Selasa (7/4).

Menurut Konsultan Spesialis Pediatri dan Pengobatan Rumah Sakit KPJ Damansara ini, salah satu cara mengurangi dan menangani covid-19 di Malaysia yakni mengatur ketat masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Nordin menyarankan agar pemerintah Malaysia mengontrol perbatasan. Jika tidak, menurut dia, bakal ada kasus besar Covid-19 terjadi di Malaysia.

“Hotspots ini mesti kita lockdown 100 persen dengan Perintah Kawalan Pergerakan yang lebih kuat,” ujar Dr. Musa dalam wawancara bersama Astro Aswani.

Advertisement

“Kalau tidak, dia keluar,” lanjutnya.

Selain itu, Dr. Musa mengaku resah dengan situasi di Indonesia. Ia bahkan menyebut Indonesia merupakan bom waktu klaster penyebaran Virus Corona jenis baru.

Alhasil, ia meminta pemerintah Malaysia memperketat perbatasan negara.

“Saya risau (dengan) Indonesia. Indonesia adalah sebuah bom waktu,” ucapnya. “Kita harus kendalikan perbatasan kita. Jika tidak, itu akan menjadi klaster besar COVID-19. Wallahu a’lam (Dan Allah lebih tahu),” kata Dr. Musa.

Pekan lalu, Kementerian Kesehatan Malaysia mengungkap data bahwa persentase kematian akibat Virus Corona di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia, bahkan nomor dua di dunia setelah Italia.

“China sudah menunjukkan bahwa isolasi dengan keluarga adalah sebuah kegagalan. Korea juga menunjukkan kegagalan isolasi itu. Amerika juga melakukan hal yang sama. Satu keluarga tujuh anggota, ayah pulang tularkan pada isteri, anak laki-laki, dan anak perempuan,” jelas Nordin. (liputan6/data3)