Setelah Masker dan Hand Sanitizer, Kini Vitamin C Langka dan Harga Naik Gila-Gilaan!

Ilustrasi (Foto: Prevention)

JAKARTA, Waspada.co.id – Selain masker dan hand sanitizer ternyata vitamin C juga habis diburu pembeli di tengah epidemi virus corona (COVID-19). Bukan tanpa alasan, vitamin C memang memiliki beragam manfaat yang tidak bisa diberikan nutrisi lain dan diyakini menjadi salah satu sumber nutrisi penting untuk menjaga imunitas kesehatan.

Kendati belum ada bukti ilmiah yang menyebut bahwa suplemen vitamin C secara spesifik mampu mencegah COVID-19, namun dari penulusuran CNBC Indonesia beberapa apotek sudah kehabisan pasokan vitamin C.

Beberapa merek dari vitamin c ternama pun tidak lagi tersisa. Kami pun menelusuri salah satu apotek ternama Kimia Farma dan mereka hanya menjual vitamin yang tersisa yakni dibawah 500 mg.

Salah satu penjual yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku bahwa sekarang vitamin juga banyak dibeli. Rata-rata dari mereka mencari vitamin c di atas 500 mg.

“Vitamin c semakin banyak dicari dan sampai kami belum menyiapkan stock nya lagi. Kalau pun ada vitamin c lain yang kandungannya tidak besar yang tersisa,” ujar dia.

Advertisement

Kami pun mencoba berselancar ke penjual online dari beberapa e-Commerce yang menjual vitamin C. Mengejutkan, harga yang ditawarkan melonjak hampir 50 persen bahkan 100 persen lebih.

Misal untuk vitamin C merek blackmores yang normalnya di kisaran Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu, kini dijual hampir Rp 500 ribu.

Untuk aplikasi jual beli obat Halodoc pun beberapa apotek yang bekerjasama menjual vitamin c sudah sangat jarang tersedia. Sebelumnya, mengonsumsi suplemen hanya salah satu dari berbagai cara untuk menjaga imunitas tubuh saat wabah COVID-19.

Anda pun masih wajib menjaga sanitasi pribadi, social distancing, menjaga pola makan, berolahraga, dan beristirahat yang cukup supaya terhindar dari virus corona. (cnbc/ags/data3)