PSBB di DKI Jakarta Berlangsung Mulai 10 hingga 23 April

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Dok Okezone/Fadel Prayoga)
agregasi

JAKARTA, Waspada.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan penerapan pembatasan sosial berskala besar terkait corona virus disease atau covid-19 berlangsung selama 14 hari. Terhitung mulai pukul 00.00 WIB Jumat 10 April hingga 23 April 2020.

“Di dalam pergub ini ditetapkan pada prinsipnya seluruh masyarakat Jakarta selama dua minggu ke depan, 14 hari ke depan, diharapkan untuk berada di rumah, berada di lingkungan rumah, dan mengurangi-meniadakan kegiatan di luar,” ungkap Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2020) malam.

Ia melanjutkan, pergub PSBB ini juga mengatur aktivitas bekerja di perkantoran dihentikan sementara. Penghentian ini diganti dengan kegiatan bekerja di rumah atau tempat tinggal.

“Kewajiban buat hentikan di tempat kerja berlaku semua sektor, kecuali beberapa hal. Pertama adalah kantor instansi pemerintah, baik pusat atau daerah. Kedua, kantor perwakilan diplomatik dan organisasi internasional. Ketiga, BUMN dan BUMD,” paparnya.

Anies melanjutkan, kemudian untuk dunia usaha swasta ada beberapa sektor yang dikecualikan; yakni kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik, konstruksi, industri, pelayanan masyarakat dan utilitas publik yang ditetapk objek vital nasional, serta swasta yang melayani kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

“Kemudian pengaturan jumlah karyawan bekerja di waktu bersamaan untuk pastikan social distancing. Kemudian dalam sektor tertentu konstruksi semua pekerja harus ada di semua lingkungan proyek dan tidak keluar-masuk. Pengusaha proyek siapkan tempat tinggal, jadi tinggal di proyek,” pungkasnya.