Pemprovsu Sudah Distribusikan 4.000 Rapid Test ke Daerah

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) telah mendistribusikan 4.000 rapid test kepada seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Sumut. Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan pasien Covid-19 dan memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, saat memberi keterangan pers di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (2/4).

“Lebih kurang 4.000 buah rapid test sudah kita distribusikan kepada Dinas Kesehatan yang berada di kabupaten/kota se-Sumut dan juga rumah sakit sebagai penyaringan awal Covid-19. Hal ini pun dilakukan agar mempermudah penanganan awal untuk mengetahui pasien positif dan negatif dengan cepat,” ujarnya.

Aris juga mengatakan saat ini Alat Perlindungan Diri (APD) sudah didistribusikan ke rumah sakit untuk digunakan oleh tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19. Setelah RS GL Tobing dan RS Martha Friska 2, rencananya Tim Gugus Tugas Covid-19 Sumut menyiapkan 11 rumah sakit lagi sebagai lokasi isolasi.

“Ke depan akan ada 11 rumah sakit di Sumut yang akan dijadikan rumah sakit rujukan apabila terjadi lonjakan pasien Covid-19 suspect positif atau pun Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” tambahnya.

Advertisement

Aris juga mengimbau pihak rumah sakit memperhatikan pengelolaan pembuangan limbah dan sampah rumah tangga terkait penanganan Covid-19 secara baik, seperti masker, sarung tangan, dan baju APD agar dikumpulkan dan dikemas sendiri menggunakan wadah tertutup yang kemudian dimusnahkan di tempat pengelolaan limbah B3.

“Bagi masyarakat yang sehat diimbau agar menggunakan masker ulang yang dapat dicuci setiap hari,” tuturnya.

Terakhir, Aris menyampaikan data terbaru tentang kasus Covid-19 di Sumut. Penderita positif berjumlah 34 orang, di mana pemeriksaannya 25 orang menggunakan laboratorium dan sembilan via rapid test. Dari jumlah tersebut sudah meninggal 3 orang. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL