Pemerintah Daerah Dipersilakan Ubah Fokus Anggaran Penanganan Covid-19

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Dr Hj R Sabrina, mengikuti video conference yang dipimpin Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori dari Jakarta, Jumat (3/4).

Dari pembahasan tersebut, pemerintah pusat mempersilakan daerah mengubah fokus anggaran diarahkan kepada langkah penanganan wabah Covid-19. Dalam pertemuan jarak jauh itu, Hudori bersama Dirjen Keuangan Daerah Kemenkeu dan Dirjen Otda Kemendagri menyebutkan penanganan Covid-19 yang tengah mewabah saat ini butuh anggaran yang tidak sedikit.

Dalam arahannya, pemerintah pusat mempersilakan pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota mengubah prioritas anggaran atau fokus anggaran yang bisa dialokasikan guna menangani bencana non alam ini di daerah masing-masing.

Adapun keperluan dimaksud seperti penyediaan fasilitas penanganan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mulai dari rumah sakit dan tempat lainnya yang dianggap layak untuk isolasi dan perawatan. Selanjutnya, biaya tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menangani pasien, termasuk alat kelengkapan medis.

Sabrina menjelaskan kondisi dan kesiapan Sumut dalam menangani wabah Covid-19. Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang terdiri atas unsur Forkopimda telah memetakan daerah yang masuk kategori zona merah, kuning, dan biru.

Advertisement

“Zona merah ada di Medan, Deliserdang, dan Tanjungbalai dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakatnya tinggi. Selain itu, daerah ini menjadi pintu masuk dari luar. Zona kuning adalah pintu masuk dari daerah lain dan zona biru masih masuk kategori tidak terlalu berbahaya,” ujar Sekda,

Untuk langkah penanganan medis, Sekda menjelaskan Pemprovsu menargetkan 1.500 ruang isolasi untuk PDP Covid-19, di mana sudah ada lima rumah sakit siap menjalankan protokol kesehatan. Di antaranya, RS GL Tobing, RS Martha Friska (I dan II), RS Abdul Madan, dan RS Gunungsitoli.

“Selain itu ada juga sebanyak 206 rumah sakit yang tersebar di Sumut. Untuk bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari pusat telah kami terima sebanyak 2.850 unit dan sebanyak 10.800 alat rapid tes. Saat ini, kami sudah memesan 10 ribu APD dan baru 2.000 yang terkirim,” sebutnya.

Uuntuk antisipasi dampak sosial ekonomi masyarkat, ketersediaan anggaran saat ini di Pemprovsu (APBD) ada Rp500 miliar yang dialokasikan. Namun dengan perkembangan dan kondisi dimaksud, gugus tugas memperkirakan kebutuhannya menjadi Rp825 miliar.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL