OTG di Gayo Lues 1.901 Orang, ODP 12, Jalur Perbatasan Masuk Ditutup

Foto: Tim Gugus Tugas Covid 19 Gayo Lues, Said Idris Wintareza (Kadiskominfo) Suhaidi SP M.Si, bersama Ketua Satgas Covid 19 dan Jubir dr Syafwan Sp.B saat menggelar konferensi pers, Selasa (31/3) di Media Centre. (WOL Photo)

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id – Menyikapi maraknya informasi di media sosial yang banyak menyajikan perkembangan wabah Virus Corona (Covid-19) di berbagai daerah, Satgas Gugus Tugas Kabupaten Gayo Lues kembali menegaskan bahwa segala informasi yang sah dan valid berkaitan dengan wabah tersebut untuk Kabupaten Gayo Lues mutlak dikeluarkan oleh Satgas Covid-19 melalui Media Centre.

Demikian disampaikan Kadis Kominfo Said Idris Wintareza, di Blangkejeren, Selasa (31/3).

Penegasan tersebut menyikapi banyaknya terjadi kesimpang-siuran berita di media sosial yang dapat mengakibatkan keresahan masyarakat. Dikatakan, informasi tentang Covid-19 Gayo Lues diterima melalui konferensi pers dengan awak media yang dilaksanakan di Media Center Posko Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Gayo Lues setiap harinya pukul 16.00 WIB, yang akan disampaikan Juru Bicara Covid-19 dr Syafwan Sp.B.

Sementara, perkembangan terakhir Covid-19 di Gayo lues, higga Senin (30/3), yang disampaikan Jubir Covid-19 dr Syafwan Sp.B menjelaskan, untuk Orang tanpa Gejala (OTG) saat ini sudah mencapai 1.901 orang, yang terdata telah melakukan perjalanan dari berbagai daerah yang sudah dinyatakan Red Zone oleh Pemerintah Pusat. “Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 12 orang, sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan belum ada,” jelasnya.

“Hingga hari ini angka yang kita terima untuk OTG terus bertambah karena Tim Gugus Tugas Covid-19, terus memantau setiap orang yang keluar masuk Gayo Lues setiap harinya selama 1x 24 jam. Sementara untuk PDP kita harapkan tetap nol sampai dinyatakan negeri ini bebas dari corona,” tegas dr Syafwan.

Advertisement

Selanjutnya, menindaklanjuti Surat Edaran Bupati Gayo Lues tentang Pencegahan Covid-19, Kalaksa BPBD Gayo Lues Suhaidi SP M.Si kembali menegaskan, akan terus memperketat pemeriksaan di pos perbatasan. Dan saat ini ada 4 pos perbatasan masuk Gayo Lues, yang pertama; di Rumah Bunder berbatasan dengan Aceh Tenggara, kedua; pos Ise -ise perbatasan dengan Aceh Tengah, ketiga; pos Pining perbatasan dengan Aceh Timur serta pos perbatasan Tongra Kecamatan Terangun yang berbatasan langsung dengan Abdya atau Pesisir Barat Selatan.

Dan saat ini dua jalur masuk ke Gayo Lues sudah ditutup dan dijaga ketat oleh Tim Satgas Covid-19, yaitu perbatasan Kecamatan Pining dengan Aceh Timur dan pos perbatasan Tongra yang berbatasan dengan Kabupaten Abdya. “Jalur ini secara resmi akan ditutup mulai Kamis 2 April 2020 mendatang,” tegas Suhaidi.

Disebutkan lagi, penutupan Jalur ini berlaku untuk semua kendaraan, kecuali mobil angkutan barang dan logistik yang hanya boleh ditumpangi 2 orang sopir dan kernetnya. Dan perlakuan terhadap mereka tetap sama diperiksa dan dikarantina jika terjadi gejala Virus Covid-19 selama masa inkubasi virus 14 hari.

Penutupan jalur ini berlaku dan akan dicabut saat Status Darurat Covid-19 secara nasional selesai. “Ditegaskan kepada seluruh masyarakat dari berbagai kalangan yang masuk ke Gayo Lues agar memberikan informasi yang benar dan akurat tentang dirinya dan riwayat perjalanan kepada Tim Gugus Tugas, untuk menjaga keselamatan bersama dari serangan Virus Covid-19,” tegasnya.

Diimbau kepada seluruh Penghulu di Kabupaten Gayo Lues agar memantau semua warganya dan segera memberikan informasi yang akurat jika ada orang yang baru masuk wilayahnya. Atau ada warga yang terdampak gejala Covid 19 kepada Tim Gugus Tugas,” demikian jelas Suhaidi. (wol/bus/data3)

Editor: Agus Utama