MUI: Belum Ada Fatwa Mudik Saat Corona

WOL Photo/Ega Ibra

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Bidang Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Prof Hj Huzaemah Y Tanggo, belum mengetahui pihaknya akan membahas fatwa terkait hukum mudik di tengah pandemi Covid-19.

Huzaemah mengakui ada permintaan agar MUI mengeluarkan fatwa terkait hukum mudik di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, fatwa itu didorong oleh pemerintah melalui Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Namun, Huzaemah mengatakan belum mengetahui permintaan fatwa itu sudah disampaikan secara resmi atau belum ke kantor sekretariat MUI.

“Fatwa (mudik) belum dibicarakan, karena banyak sekali permintaan fatwa. Saya belum lihat lagi pesan dari teman-teman ada panggilan atau belum. Itukan sebetulnya anjuran dari Kyai Ma’ruf, fatwa itu. (Permohonannya) saya belum tahu sudah sampai di sekretariat atau belum, karena kita juga tidak masuk kantor,” kata Huzaemah, Minggu (5/4).

Huzaemah menilai permintaan fatwa tentang hukum mudik di tengah wabah khsusnya pandemi Covid-19 agak telat. Sebab, menurutnya, telah banyak warga pendatang di sejumlah kota-kota besar telah mudik ke kampung halamannya masing-masing.

“Itulah kita lihat, begitu diumumkan dua minggu pertama bekerja di rumah sudah banyak yang pulang. Kemudian di perpanjang, banyak lagi yang pulang. Jadi minta mau larang ini padahal orang sudah pada mudik, tinggal sisa-sisanya di sini,” ujarnya.

Advertisement

Namun demikian, Huzaemah menjelaskan pada prinsipnya seorang muslim tidak boleh menjerumuskan dirinya kepada kebinasaan. Seorang muslim juga tidak boleh menjerumuskan orang lain pada kebinasaan. Karenanya, haram bagi seseorang masuk atau keluar dari suatu daerah yang tengah dilanda wabah menular mematikan sebagaimana Covid-19.

“Kalau kita lihat hadits lagi, kalau di suatu daerah yang kena Corona atau wabah menjangkit begitu jangan masuk ke tempat itu. Orang mudik sama saja, kalau di sana sakit tapi kita sehat jangan pergi ke sana nanti menjerumuskan diri kita pada penyakit. Sebaliknya, kalau sakit di sana sehat kita jangan ke sana. Haram menularkan ke orang di sana. Tapi kalau kita sehat di sana sehat tidak masalah sebenarnya, cuma apa sudah terperiksa semua orang di sana itu sehat?” katanya setengah bertanya. (wol/aa/merdeka/data3)

Editor: AUSTIN TUMENGKOL