Memprihatinkan, Mahasiswa Asal Gayo Lues di Jombang Minta Dipulangkan

Ketua Persatuan Mahasiswa Gayo Lues Seluruh Indonesia (PMGI) Ricky Al-Huda saat bertemu Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru dan Ketua Tim Satgas Covid-19 di Media Center, Kamis (2/4). (WOL Photo)
Iklan

BLANGKEJEREN, Waspada.co.id– Ratusan mahasiswa asal Kabupaten Gayo Lues yang masih berada di pulau Jawa dan beberapa daerah lainnya meminta Pemerintah Gayo Lues segera memulangkan mereka terkait semakin mewabahnya Virus Corona (Covid-19) di Tanah Air.

Sebagaimana dikatakan Jalaluddin, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Urwatul Whutsqo (STIT-UW). Salah seorang perwakilan mahasiswa Gayo Lues dari Jombang, Jawa Timur via telepon seluler kepada Waspada Online, Kamis (2/4) lalu.

Di tengah kondisi Darurat Karantina Kesehatan yang telah diberlakukan di seluruh Indonesia, situasi mereka semakin sulit, karena di samping sisi ekonomi orang tua mereka yang mulai tersendat untuk biaya hidup di luar kota, juga mengalami kesulitan untuk biaya pulang ke kampung halaman, Gayo Lues.

6 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Al-Urwatul Whutsq (STIT-UW) Jombang, terusir dari kontrakan akibat Covid-19. Saat ini mereka berada di kos-kosan sementara, menunggu kepastian dari Pemkab Gayo Lues. (WOL Photo)

Hal ini juga disampaikan Mirjam Alifiah yang juga Mahasiswa di STIT-UW, malahan kondisi mereka semakin memprihatinkan. Karena sejak ditetapkannya Undang Undang Darurat Karantina Kesehatan, mereka terusir dari kontrakannya, karena pemilik kontarakan khawatir para mahasiswa membawa virus ke kontrakan tersebut.

Dikatakan, meskipun mereka membayar kontrakan tetapi tetap diusir karena rasa ketakutan pemilik kontrakan dinilai berlebihan. Dan dengan terpaksa mereka harus berangkat dari kontrakan tersebut sebanyak 6 orang mahasiswa asal Gayo Lues, yang kesemuanya merupakan Mahasiswa STIT-UW Jombang, Jawa Timur.

iklan

Disebutkan, keberadaan mereka saat ini terpaksa mencari kos-kosan sebagai tempat sementara, menunggu situasi dan perkembangan dari perwakilan mahasiswa Gayo Lues yang saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues.

Terkait keberadaan ratusan mahasiswa Gayo Lues di Pulau Jawa tersebut, Ketua Mahasiswa Gayo Lues Seluruh Indonesia, Huda, mengaku saat ini pihak tengah melakukan koordinasi dengan pihak Pemkab Gayo Lues, tentang keberadaan rekan-rekan mereka yang masih berada di Pulau Jawa.

“Namun hingga kini belum ada kejelasan perintah dan tindakan apa yang akan kami lakukan untuk menampung keluhan rekan mahasiswa,” jelasnya.

Mengetahui hal tersebut, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru, kepada Waspada Online, Kamis (2/4) menjawab persoalan yang tengah dihadapi para mahasiswa itu. Amru mengatakan bahwa sudah diberikan wewenang dan tanggung jawab kepada Anggota Tim Task Force, Syafaruddin dan Ricky Al-Huda selaku Ketua Paguyuban Mahasiswa Gayo Lues Seluruh Indonesia (PMGI), untuk mendata mereka semua.

“Nanti kita putuskan tindakan apa saja yang akan dilakukan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Karena kondisi saat ini ‘lockdown’ dan Darurat Karantina Kesehatan sudah berlaku di Pulau Jawa,” jelasnya. (wol/bus)

Editor: Agus Utama

Iklan