Jokowi: Karya Glenn Fredly Tetap Abadi

foto: instagram

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berbelasungkawa atas kepergian Glenn Fredly yang meninggal dunia pada Rabu (8/4) malam. Meski berduka, Jokowi menegaskan bahwa karya sang musisi tetap abadi.

“Seniman musik yang menginspirasi, Glenn Fredly Deviano Latuihamallo, telah meninggalkan kita untuk selamanya,” kicau Presiden Jokowi.

“Turut berduka cita kepada keluarga besar mendiang, juga kepada seluruh insan musik Indonesia. Glenn Fredly telah berpulang, tapi karyanya tetap abadi dan kita nikmati,” lanjut pernyataan itu.

Dalam kicauan tersebut, Jokowi juga mengunggah foto bersama Glenn dan beberapa musisi lainnya yang tergabung dalam KAMI (Kami Musik Indonesia) pada 2018. Kala itu, mereka diundang karena pemerintah ingin musisi mulai merancang visi misi kebudayaan di masa mendatang.

Tahun lalu, Glenn Fredly juga sempat mengutarakan agar pemerintah turut memperhatikan kesejahteraan para pelaku dunia hiburan, baik penyanyi di atas panggung dan juga para insan di balik layar.

Advertisement

“Musisi itu nggak cuma yang di depan panggung, di belakang panggung juga. Kesejahteraan ini mencakup keberlanjutan profesinya. Dari penyanyi, arranger, produser, banyak banget layer-layer di dalam ekosistem ini,” ucapnya.

Selain Jokowi, beberapa petinggi pemerintahan turut mengemukakan kesedihan atas kepergian Glenn, di antaranya Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Keuangan Sri Mulyani serta Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“RIP Bung @glennfredly309 pesanmu untuk Presiden @jokowi sdh saya sampaikan. Selamat jalan sahabat, doa banyak orang yg mencintaimu akan mengantarkanmu,” tulis Pramono.

“Selamat jalan @glennfredly309. Salah satu musisi panutan yang dimiliki oleh Indonesia. Rest In Peace,” tulis Ahok.

Jenazah Glenn Fredly akan dimakamkan di Tanah Kusir, Jakarta, pada Kamis (9/4). Namun, pihak keluarga meminta penggemar tidak menghadiri prosesi tersebut karena situasi tidak memungkinkan akibat pandemi Corona. (wol/aa/cnnindo/data2)

editor: AUSTIN TUMENGKOL