Industri Hiburan Hingga Media Libur Bayar Pajak Enam Bulan

foto: Antara

JAKARTA, Waspada.co.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menambah jumlah bidang usaha yang memperoleh pembebasan pajak akibat pandemi virus Corona (Covid-19) di Indonesia.

Pemerintah sebelumnya telah memberi insentif perpajakan kepada Sektor Industri Manufaktur, sebagaimana diatur Permenkeu No 23/PMK.03/2020 yang berlaku pada 1 April 2020 tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Corona.

Setelah pemberlakuan PMK-23/2020 tersebut, Pemerintah menerima berbagai masukan dari asosiasi usaha dan industri. Setelah evaluasi melibatkan kementerian/lembaga, asosiasi, dan stakeholder terkait, maka dilakukan perluasan atas sektor-sektor terdampak Covid-19 yang akan diberikan insentif fiskal.

“Untuk memberi stimulus ekonomi kepada sektor riil yang terdampak Covid-19, akan dilakukan perluasan cakupan sektor yang akan mendapat insentif fiskal, terutama sektor yang paling terdampak seperti pariwisata, akomodasi, perdagangan eceran, dan pengangkutan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Sabtu (25/4).

Perluasan cakupan sektor ini dikelompokkan ke dalam 19 Kelompok Sektor sesuai Kategori KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia), yang terdiri atas 761 KBLI (5 digit). Terdapat 761 KBLI yang diusulkan mendapat fasilitas PPh Pasal 21 DTP (Ditanggung Pemerintah) dan pengurangan PPh Pasal 25 selama enam bulan.

Advertisement

Sementara itu, ada 343 KBLI yang diusulkan mendapat pembebasan PPh Pasal 22 Impor dan percepatan restitusi PPN. Beberapa kelompok sektor yang mendapat perluasan insentif fiskal, antara lain perdagangan (besar, eceran, dan kaki lima), pengangkutan (darat, laut, udara, dan penyeberangan), pariwisata dan akomodasi (hotel, restoran), dan lainnya.

Pemerintah berharap perluasan sektor riil yang mendapatkan insentif fiskal ini betul-betul terbuka, transparan, dan terukur. Sesuai pesan Presiden, pemberian stimulus ekonomi berupa insentif fiskal ini akan terus dievaluasi secara berkala, sehingga efektivitas stimulus bisa dirasakan dan mendorong perekonomian nasional. (wol/aa/merdeka/data2)

Editor AUSTIN TUMENGKOL