Gubsu: Rumah Sakit Tidak Boleh Tolak Pasien Covid-19

foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk memastikan tidak terjadi penolakan pasien yang terindikasi Covid-19 di Sumatera Utara, Gubernur Edy Rahmayadi mengeluarkan instruksi kepada bupati/wali kota serta direktur rumah sakit se-Sumut.

Instruksi itu tertuang dalam Instruksi Gubernur Sumut No 188.54/3/INST/2020 tentang Prosedur Penanganan Pasien Covid-19 di Rumah Sakit yang ada di Provinsi Sumut. Hal ini disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, saat memberi keterangan pers di Medan, Sabtu (4/4).

Pada poin pertama, Gubsu yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut menginstruksikan bupati/wali kota mengawasi seluruh RS di wilayahnya. Lalu, bupati/wali kota diinstruksikan menanggung pembiayaan penanganan jenazah warganya.

Selain itu, bupati/wali kota menindak tegas sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi rumah sakit yang dianggap mengabaikan atau tidak melaksanakan instruksi gubernur.

Kepada para direktur rumah sakit di Sumut, Gubsu menyampaikan delapan poin. Pertama, tidak menolak pasien yang terindikasi Covid-19. Kedua, wajib memberikan pelayanan, perawatan, pemeliharaan serta pertolongan kepada semua pasien, terutama yang terindikasi Covid-19 dengan kemampuan masing-masing.

Advertisement

Ketiga, menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan berupa ruangan khusus, Alat Pelindung Diri (APD) atau hal lainnya dalam pelaksanaan penanganan Covid-19. Keempat, pasien rujukan yang terindikasi Covid-19 harus dikomunikasikan dengan RS rujukan. Kelima, RS rujukan penanggulangan penyakit infeksi emerging tertentu harus melayani pasien Covid-19 sesuai regionalisasi.

Pada poin keenam, jika rumah sakit rujukan tidak mampu menangani pasien Covid-19 dapat merujuk ke rumah sakit rujukan atau RS darurat penanganan Covid-19 yang telah ditetapkan. Ketujuh, setiap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) atau Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang meninggal di rumah sakit wajib ditangani sesuai pedoman dan pencegahan/pengendailan Covid-19 yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan.

Poin terakhir menyebutkan setiap rumah sakit yang melaksanakan penanganan pemulasaran jenazah wajib melibatkan dokter spesialis forensik yang bertanggung jawab terhadap jenazah pasien Covid-19 tersebut.

Rumah sakit regional yang dapat mengampu pasien rujukan di daerah, di antaranya RS Umum Daerah Padangsidimpuan, RS Daerah Kabanjahe Karo, RSU Tapanuli Utara, RSU dr Jasamen Saragih Pematangsiantar, RSU Abdul Manan Simatupang Asahan, RSUD Gunungsitoli, dan RSUP H Adam Malik beserta rumah sakti rujukan Covid-19 di Medan. (wol/aa/data2)

editor AUSTIN TUMENGKOL