Banyaknya ODP di Sumut Bukti Masih Ada yang Mengabaikan Anjuran Pencegahan Corona

Ilustrasi
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Sumatera Utara semakin hari terus melonjak. Hingga hari ini, Kamis (2/4) sudah berjumlah 3.338 orang. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini 84 orang, dan pasien yang dinyatakan posisif terjangkit Covid-19 berjumlah 30 orang.

Dari 30 orang pasien positif Corona, 3 di antaranya meninggal dunia. Namun ada juga pasien PDP yang meninggal sebelum diketahui hasil uji laboratoriumnya.

Jumlah ODP yang menanjak di Sumut, dimungkinkan karena masyarakat diduga masih mengabaikan panduan khusus kesehatan untuk menghindari diri dari paparan Virus Corona. Terlebih bagi mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien positif atau melakukan perjalanan ke luar daerah.

Hal ini dinilai masih ada sebagian masyarakat yang mengabaikan imbauan, anjuran dan pedoman yang diberikan pemerintah untuk pencegahan penyebarnya Virus Corona.

“Kontak dekat semakin diabaikan, cuci tangan pakai sabun masih belum dijalankan dengan baik. Kita semua harus bisa bekerja sama, bahwa kita mampu berperan aktif, kita lindungi diri kita dan orang tua. Orang-orang yang rentan dan memiliki penyakit dasar sebelumnya, agar mereka tak terjangkit, karena dampaknya semakin berat jika terkena kepada mereka,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut, di Aris Yudhariansyah MM.

iklan

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut tak henti-hentinya mengingatkan dan meminta seluruh masyarakat agar membiasakan diri hidup bersih dan menjalankan anjuran pemerintah guna menghindari terpapar Virus Corona.

“Kita harus tetap sehat, sekali lagi jaga jarak aman dalam berkomunikasi, setidak-tidaknya dua meter, cuci tangan pakai sabun, hindari menyentuh wajah (sebelm cuci tangan), serta produktif di rumah (selama isolasi mandiri), lakukanlah semua dengan disiplin,” kata Aris.

“Kita tahu sebentar lagi Ramadhan akan kita hadapi, sudah tentu kita rindu pulang kampung, yang terpenting kita jaga kampung halaman tetap sehat. Sebaiknya tidak melakukan perjalana jauh, sebaiknya kita tidak mudik,” tambahnya.

“Kita sadari virus ini berpindah karena dibawa oleh manusia, oleh karena itu pergerakan manusia yang tidak terkendali akan meninbulkan banyak permasalahan,” ungkap Aris. (wol/ags/data3)

Editor: Agus Utama

Iklan