Andai Batal, Serie A Tanpa Peraih Scudetto

Foto: zimbio
Iklan

ROMA, Waspada.co.id – Kepastian Liga Italia (Serie A) 2019-2020 kembali digulirkan masih tanda tanya. Meski Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte sudah mengizinkan klub berlatih pada 4 Mei 2020, tidak ada jaminan kompetisi kembali digulirkan.

Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, juga menjadi sosok yang paling tidak mau muluk-muluk. Spadafora menilai sisa kompetisi belum tentu dilanjutkan dan membatalkan musim menjadi solusi terbaik di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Hanya saja, pembatalan Liga Italia bakal seperti Liga Belanda dan Belgia yang berakhir tanpa juara belum berpeluang diikuti Federasi Sepakbola Italia (FIGC). Karena FIGC diprediksi akan menimbulkan konflik apabila memilih untuk menentukan tim juara.

Sebelum kompetisi dihentikan sementara, Juventus yang juga juara bertahan tengah unggul satu poin dari Lazio yang terus menempel ketat. Selain tidak ada tim juara, kompetisi juga tidak akan memakai degradasi.

Namun, FIGC dan Lega Serie A selaku operator kompetisi berpotensi mempromosikan dua tim dari Serie B Keputusan itu diambil karena pimpinan klasemen sementara Serie B, Benevento, siap menempuh jalur hukum apabila tidak dipromosikan. Benevento menempati puncak klasemen dengan koleksi 68 angka atau unggul 20 poin dari Crotone.

iklan

Lalu, jika Liga Italia dilanjutkan akan berimbas kepada pemain. Bila tidak dilanjutkan, para pemain otomatis terus mengalami pemotongan gaji hingga Agustus mendatang. Spadafora menyadari atmosfer sepakbola bisa membantu kebangkitan dalam masa krisis virus Corona, namun risikonya juga sangat besar.

Pernyataan Spadafora berbanding terbalik dengan Menteri Digital, Budaya, Media, dan Olahraga Inggris, Oliver Dowden. Bagi Dowden, Liga Premier harus dilanjutkan untuk kebangkitan rakyat Inggris yang sempat mengalami krisis akibat virus Corona. (wol/aa/fbi/dailymail/data3)

editor: AUSTIN TUMENGKOL

Iklan