Umat Kristen Diimbau Ibadah di Rumah

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Sumatera Utara (Sumut) mengimbau kepada seluruh umat Kristen agar mendukung program pemerintah dalam menangani dan melawan virus Corona (Covid-19) dengan beribadah di rumah masing-masing.

“Saya sadari bahwa kegiatan gerejawi yang harus menggunakan sarana gereja itu sendiri. Tetapi dengan situasi sekarang dan mencermati kondisi dari wilayah kita khususnya Sumut, sebaiknya kami ingatkan pimpinan gereja, jemaat, dan pendeta untuk beribadah di rumah masing-masing,” ujar Sekretaris Umum PGI Wilayah Sumut, Pdt Hotman Hutasoit, di Medan, Jumat (27/3).

Dijelaskan, seluruh ibadah yang seharusnya dilakukan di gereja seperti pembinaan sekolah minggu, ibadah pembinaan remaja, pembinaan katekisasi, pelayanan pemuda, pelayanan perempuan, pelayanan kaum bapa, sermon persiapan ibadah oleh panatua dan pendeta, sermon atau partiangan keluarga, dan pemberkatan nikah maupun lainnya hendaknya digelar di rumah.

“Tata cara ibadah bisa dilakukan seperti khotbah disediakan dan dikirim oleh pendeta melalui email, whatsapp, dan fasilitas lainnya. Hari Minggu (22/3) lalu, kita sudah coba. Kalau ada kekurangan, akan kita perbaiki,” terang Pdt Hotman.

Begitu juga terkait pelayanan pemberkatan pernikahan. Meski pelayanan sudah disepakati antar keluarga pria dan wanita, mengingat situasi kondisi ini diimbau untuk menjadwal ulang kegiatan tersebut demi kebaikan bersama.

Advertisement

Pelayanan penguburan atau kematian jemaat yang meninggal dunia karena Covid-19 pun ada protokol yang harus dipenuhi. Pelayanan penguburan itu harus memakai Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap. Selanjutnya, jenazah dibungkus plastik dan dimasukkan ke kantong jenazah serta disegel. Ketika dimasukkan ke peti dan ditutup, jenazah disemprot desinfektan.

“Selanjutnya perlu diingatkan agar jenazah mayat tidak boleh dibalsem, tidak boleh diformalin, sementara ketika peti jenazah sudah tertutup rapi sebaiknya diantar ambulans sampai pemakamanan. Hal ini yang perlu diingatkan kepada gereja dalam hal pelayanan penguburan,” jelasnya.

Jika pelayanan kematian itu membutuhkan persemayaman jenazah, diingatkan persemayaman dilakukan di ruang pemulasaraan dan batas waktu penguburan paling lama 4 jam. Disebutkan, keluarga yang ingin mendekati ruang pemulasaraan harus mendapat persetujuan dari rumah sakit dan mengikuti SOP. Di ruang itu, setiap orang wajib memakai masker dan menjaga jarak.

Hotman juga mengimbau pelayat memastikan diri dalam kondisi sehat. Kalau ada pelayat rentan Covid-19 seperti berusia lanjut dan mengidap penyakit menahun, sebaiknya mempertimbangkan untuk tidak ikut serta dalam pelayanan pemakaman.

“Setelah selesai pemakaman, pihak keluarga segeralah memeriksakan diri untuk memastikan terpapar Covid-19 atau tidak,” pesan Hotman.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL