Terbukti Bersalah, Pembunuh Anggota OKP Divonis 6 Tahun Penjara

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhi hukuman 6 tahun penjara kepada lima terdakwa pembunuh salah satu anggota Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Medan.

Hakim yang di Ketuai Irwan Effendi, menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHPidana.

“Dengan ini menyatakan ke lima terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Menjatuhkan hukuman masing-masing selama 6 tahun penjara,” tegas majelis di Ruang Cakra Utama, Selasa (17/3)

Ke lima terdakwa yang berbeda OKP divonis 6 tahun penjara yakni, Irwansyah alias Iwan Bebek, Sutiyono alias Penong, M. Suheri Alfaris alias Harri Porter, Dedi Syahputra alias Tamil, dan Putra Riokardo alias Rio.

Dalam pertimbangannya, hakim berpendapat bahwa hal yang memberatkan karena perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan telah menghilangkan nyawa manusia.

Advertisement

“Sedangkan hal yang meringankan pelaku mengakui perbuatannya,” ucap Hakim Irwan Effendi.

Diketahui, putus majelis hakim lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut ke lima terdakwa masing-masing selama 4 tahun penjara.

Sementara itu usai persidangan, Direktur LBH IPK Kota Medan, atau penasehat hukum para terdakwa, Chandra Sigalingging, mengaku kecewa dengan vonis yang dijatuhkan oleh majelis hakim. Menurutnya, vonis tersebut tidak sesuai harapan di mana, jaksa telah menuntut para terdakwa empat tahun penjara.

“Sedikit ada kecewa. Tidak sesuai harapan. Soalnya, kemarin tuntutan empat tahun. Tiba- tiba hakim ambil kesimpulan vonis enam tahun. Jadi untuk upaya hukum ke depan ada waktu tujuh hari kita pikir-pikir dulu,” ujar Chandra.

Dan di lain tempat, Wakil Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH), MPC PP Kota Medan, Amrizal, sangat senang dengan putusan hakim memvonis para terdakwa enam tahun penjara. Pihaknya sangat mendukung keputusan hakim.

“Di mana tuntutan jaksa 4 tahun, hakim menunjuk keadilan mana yang benar sesuai hukum yang berlaku. Tidak matinya lonceng keadilan,” tutur Amrizal. (wol/ryan/data3)

Editor: AGUS UTAMA