Tangani Covid-19 di Sumut, 484 Ruang Isolasi Tambahan Disiapkan

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Riadil Akhir Lubis, menyampaikan informasi dan langkah terbaru dalam menghadapi pandemi global tersebut di Sumatera Utara (Sumut), melalui live conference di Medan, Selasa (24/3).

Salah satu langkah yang dilakukan Gugus Tugas, kata Riadil, adalah menyiapkan rumah sakit rujukan untuk evakuasi di antaranya RS GL Tobing Tanjungmorawa sebanyak 49 ruang isolasi, RS Martha Friska (230 kamar), RS Sari Mutiara (25 kamar untuk ODP), dan 99 kamar di Wisma Atlet Pemprovsu plus 81 kamar di Pusat Pendidikan Latihan BPSDM Sumut.

“Sehingga persis sampai hari ini (Selasa), kita sudah mempersiapkan 484 kamar atau ruang isolasi di luar 206 rumah sakit di Sumut yang sudah jadi rujukan penanganan Covid-19, baik Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pemantauan (ODP). Apabila terjadi peningkatan, cadangan kita siapkan sampai 1.000,” jelas Riadil.

Berikutmya, persiapan tenaga medis juga dilakukan. Bekerja sama dengan institusi kesehatan, Gugus Tugas menyiapkan tenaga medis dan paramedis untuk RS rujukan. Jika selama ini hanya dokter spesialis paru yang memahami penanganan Covid-19, maka tenaga medis lainnya juga akan dilatih.

Usaha-usaha percepatan lainnya adalah mendatangkan Alat Pelindung Diri (APD). Riadil menyebutkan distribusi APD yang ditotal secara keseluruhan mencapai 7.000 akan didatangkan. Disebutkan, distribusi APD dari Kementerian Kesehatan yang sudah tiba di Sumut sebanyak 350 buah.

Advertisement

“Selanjutnya akan datang bantuan dari Presiden 2.000 pack. Bantuan BNPB sebanyak 500, bantuan tugas dari Gugus Tugas Covid-19 juga akan didistribusikan sebanyak 4.000 APD. Lebih kurang akan diterima total 7.000,” kata Riadil menyebutkan Sumut juga akan menerima bantuan 3600 alat rapid test dari Presiden Jokowi.

Terkait update Covid-19 di Sumut, Riadil menambahkan bahwa PDP berjumlah 53 orang, pasien negatif sebanyak delapan orang, pasien positif delapan orang, dan ODP yang melapor sebanyak 1391 orang.

Tak lupa, Riadil kembali mengingatkan beberapa imbauan dari Gubsu Edy Rahmayadi dan Pemerintah Pusat, di antaranya menutup sementara aktivitas industri pariwisata serta para bupati/wali kota tidak melakukan perjalanan dinas dan mengawasi masyarakat di kabupaten/kota masing-masing.(wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL