Saksi Berstatus ODP, Sidang Dzulmi Eldin Ditunda

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Sidang Wali Kota Medan Nonaktif Dzulmi Eldin terkait kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) ditunda selama dua pekan. Pasalnya, saksi-saksi yang akan memberikan keterangan pada hari ini, dalam tahap Orang Dalam Pantauan (OPD).

Hal itu terkuak ketika Jaksa Penuntut Umum Siswandono, menerangkan alasan kepada majelis hakim terkait para saksi yang berhalangan hadir karena dalam masa isolasi selama 14 hari di rumah.

“Memohon kepada majelis hakim, untuk sidang pada hari ini untuk ditunda beberapa saat, dikarenakan ke sembilan saksi sedang masa isolasi di rumah (berstatus ODP),” ucapnya di hadapan Majelis Hakim yang di Ketuai Abdul Aziz, di ruang Cakra Utama Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (26/3).

Menyikapi hal tersebut majelis hakim berpendapat bahwa sidang Dzulmi Eldin akan digelar berbarengan dengan sidang terdakwa Kasubbag Protokol Pemko Medan Samsul Fitri, Senin (6/4) lalu.

“Jadi kita bareng saja dengan Samsul Fitri ya, kan itu bukan dari pihak Pemko nanti saksinya. Lagian saksi Samsul dan Dzulm Eldinkan sama,” pinta Hakim.

Di sisi lain, pihak dari penasihat hukum terdakwa Dzulmi Eldin merasa keberatan dan meminta untuk ditunda hingga bulan Mei mendatang dengan alasan penyebaran Covid-19. Walaupun akhirnya menyetujui keputusan Majelis.

“Dari hari ke hari jumlah yang terkena Virus Corono semakin bertambah, inikan kerumunan, ini soal nyawa ya, bukan kita menghalang-halangi, namun keputusan Majelis tetapi kita terima, itukan harapan kita,” ucapnya.

Usai mendengar pendapat Jaksa dan penasihat hukum terdakwa, Majelis menutup persidangan. “Sidang kita lanjutkan sampai tanggal 6 April 2020 dengan agenda keterangan saksi,” pungkasnya.

Namun seusai sidang, saat jaksa penuntut umum dijumpai awak media terkait nama-nama saksi yang seharusnya dihadirkan menjadi saksi. Tapi tidak bisa hadir dikarenakan dalam masa Isolasi. Jaksa Penuntut enggan memberi keterangan.

“Seharusnya hari ini ada delapan atau sembilan orang yang dihadirkan, tapi mereka lagi dikarantina selama 14 hari (ODP),” pungkasnya.(wol/ryan/data2)

Editor: SASTROY BANGUN