Penggunaan ATBM Jaga Kualitas Kain dan Makna Budaya

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu

PERCUT SEITUAN, Waspada.co.id – Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sumatera Utara (Sumut), Sri Ayu Mihari Musa Rajekshah, membuka resmi Program Desa Sejahtera Pelatihan Tenun Songket Melayu pada tiga desa di Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Rabu (4/3).

Dalam pesannya, penggunaan alat tenun tradisional dapat menjaga kualitas kain serta makna nilai budaya di dalamnya. Sri Ayu Mihari menyebutkan saat ini pelaku industri tenun khususnya di Sumut masih mengalami sejumlah masalah, antara lain dari segi kualitas dan kuantitas produk. Begitu juga pemenuhan kapasitas produksi, pengetahuan manajemen, dan pemasaran produk.

“Karena itu dibutuhkan penyelesaian masalah untuk meningkatkan minat pembeli baik di pasar domestik maupun mancanegara,” ujar Ayu pada kegiatan yang dipusatkan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) IR & IR – Kriya Melayu, Jalan Kutilang Desa Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Seituan.

Meningkatnya industri tenun Songket Melayu di Sumut, lanjut Ayu, merupakan upaya penting guna melestarikan warisan budaya sekaligus kebanggaan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia. Sebab, tenun memiliki makna dan nilai sejarah sebagai warisan budaya.

“Karenanya peningkatan teknik pembuatan Kain Songket menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) membuat kualitas kain tenun Indonesia tetap terjaga baik, juga kental di dalamnya makna dan nilai budaya yang ada di masyarakatnya,” jelasnya.

Advertisement

Ketua Dekranasda Kabupaten Deliserdang, Yunita Ashari Tambunan, mengapresiasi program yang difasilitasi Astra Medan ini. Menurutnya, kegiatan ini akan bermanfaat bagi peningkatan kemampuan keterampilan masyarakat, juga terhadap upaya meningkatkan perekonomian dari industri kreatif.

“Karena itu, kita lebih menekankan menggunakan produk dari masyarakat di Deliserdang. Termasuk seperti kegiatan di Kantor Bupati, kita selalu pesan ke UKM untuk kuenya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus meningkatkan kemampuan keterampilan masyarakat,” pungkasnya.

Pembukaan program pelatihan yang berlangsung hingga 18 Maret 2020 ditandai pengguntingan pita oleh Wakil Ketua Dekranasda Sumut didampingi Ketua Dekranasda Deliserdang serta disaksikan puluhan peserta pelatihan yang berasal dari Desa Bandar Khalifah, Bandar Klippa, dan Sei Rotan. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL