Pemprovsu Beri Penghargaan Proper Pada 124 Perusahaan

Foto: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provsu
Iklan

MEDAN, Waspada.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) memberikan Penghargaan Proper kepada 124 perusahaan yang menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengelolaan lingkungan hidup periode 2018-2019 di Gedung Bina Graha Pemprovsu, Jalan Diponegoro Medan, Senin (9/3).

Penghargaan berupa Sertifikat Proper diserahkan secara simbolis oleh Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Sumut Binsar Situmorang mewakili Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi. Tahun ini, kata Binsar, dilakukan penilaian terhadap 137 usaha dan/atau kegiatan yang berada di 16 kabupaten/kota di Provinsi Sumut.

“Berdasarkan hasil evaluasi Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) terhadap 137 perusahaan tersebut bahwa tingkat ketaatan peserta proper mencapai 96% atau sebanyak 124 perusahaan, yakni lima peringkat hijau dan 119 peringkat biru,” ujarnya.

Kelima perusahaan di peringkat hijau adalah PT Pertamina-MOR I Terminal BBM Medan Group, PT Austindo Nusantara Jaya Agri, PT Pertamina EP Asset I-Field Pangkalan Susu, PT Indojaya Agrinusa Food, dan PT Japfa. Yang tidak taat terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan hidup sebanyak 11 perusahaan dengan peringkat merah, satu tingkat hitam, dan satu sudah tidak beroperasi lagi.

“Pada periode 2018-2019, perusahaan telah berkontribusi terhadap efisiensi energi, air, penurunan emisi gas kaca dan emisi non gas rumah kaca, pengurangan limbah padat non B3 dan limbah B3, dan mendorong dana bergulir di tengah masyarakat melalui program CSR,” jelas Binsar.

iklan

Lebih lanjut, Binsar membacakan sambutan dan arahan Gubsu di antaranya imbauan agar dunia usaha menjadi mitra Pemprovsu dalam mendukung proses pembangunan di Sumut melalui program CSR dan pembangunan masyarakat melalui community development.

“Adapun beberapa sektor lingkungan yang membutuhkan dukungan penuh dari dunia usaha yaitu revitalisasi dan pembangunan sungai-sungai khususnya bantaran sungai dengan pilot project Sungai Deli agar menjadi kawasan hijau dan bahkan dapat menjadi areal taman bermain,” ucap Binsar.

Beberapa program di sektor lingkungan lainnya yakni pengadaan sarana dan prasarana persampahan berupa tong sampah, becak sampah, truk sampah dan alat-alat kebersihan yang dihibahkan kepada daerah kabupaten/kota. Kemudian, konservasi lingkungan hidup khususnya di lahan kritis, lahan terbuka, bantaran sungai, dan daerah kawasan Danau Toba.

Selanjutnya, mengembangkan ekonomi masyarakat setempat dengan membina usaha kecil dan menengah di sekitar lokasi perusahaan serta membantu pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan perkotaan berwawasan lingkungan hidup dengan dukungan pembangunan ruang terbuka publik ramah anak, penghijauan kota, dan pengadaan sarana prasarana kebersihan. (wol/aa/data3)

editor AUSTIN TUMENGKOL

Iklan