Nekat Bawa Sabu 1 Kg Dari Tanjungbalai, Amri Diadili di PN Medan

WOL Photo

MEDAN, Waspada.co.id – Bawa sabu 1 kg dari Tanjungbalai menuju Medan, terdakwa Amri Panjaitan warga Jalan Batu III, Gang Apokat, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Medan ini duduk di bangku pesakitan Pengadilan Negeri Medan untuk diadili.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Rizqi Darmawan, menjelaskan bahwa terdakwa Amri telah melakukan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan atau menerima narkotika golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) gram.

Jaksa melanjutkan, bahwa kasus bermula pada hari Minggu tanggal 20 Oktober 2019 terdakwa Amri Panjaitan bertemu dengan Munir Saparuddin (DPO) di kedai kopi Kota Tanjungbalai dan pada saat itu Munir Saparuddin mengajak terdakwa ke Kota Medan kemudian terdakwa menyetujuinya.

“Kemudian esok harinya terdakwa bersama Munir Saparuddin berangkat dari Tanjungbalai menuju Kota Medan dengan mengendarai mobil Avanza warna silver. Lalu Munir Saparuddin menjanjikan akan akan memberikan uang kepada terdakwa senilai Rp1 juta apabila terdakwa dan Munir Saparuddin sudah pulang ke Tanjungbalai,” ujarnya di hadapan Majelis Hakim yang di Ketuai Jarihat Simarmata, Rabu (18/3).

Kemudian sekira pukul 21.30 WIB, lanjut jaksa, terdakwa dan Munir Saparuddin sampai di Kota Medan. Lalu terdakwa diturunkan di bawah Flayover Jalan Sisingamangaraja, dengan membawa plastik asoy berisi 1 (satu) bungkus plastik teh cina berisi narkotika jenis sabu berat bersih 1 kg yang akan di antar kepada teman Munir Saparuddin.

Advertisement

Kemudian saksi Chandra Sitepu bersama saksi Agus Pranoto, saksi Samuel Jackson Purba dan saksi Sandi Setiawan, masing-masing anggota Polri dari Polrestabes Medan, melakukan penangkapan terhadap terdakwa.

kemudian saksi-saksi menyita barang bukti satu kg sabu dan membawa terdakwa beserta barang bukti ke Polrestabes Medan.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 114 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN